Kemenag dan Pemkot Gorontalo Sinergi Kembangkan Kampung Moderasi Beragama

Ahmad Fairozi, M.Hum.

15/05/2025

3
Min Read
Kemenag dan Pemkot Gorontalo Sinergi Kembangkan Kampung Moderasi Beragama

On This Post

Harakatuna.com. Gorontalo – Dalam upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gorontalo menggandeng Pemerintah Kota Gorontalo untuk mengembangkan program Kampung Moderasi Beragama. Program ini sejalan dengan visi kepemimpinan Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Hj. Indra Gobel yang mengusung semangat “Mandiri dan Religius”.

Salah satu bentuk nyata sinergi tersebut ditunjukkan melalui agenda sosialisasi bertajuk Pengembangan Kampung Moderasi Beragama, yang digelar pada Kamis (15/5/2025) di Aula Rumah Dinas Pastoran Gereja Katolik Kristoforus, Kota Gorontalo. Kepala Kemenag Kota Gorontalo, Dr. Misnawati Nuna, dalam sambutannya menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus berkolaborasi dengan Pemkot dalam mewujudkan masyarakat yang religius dan harmonis.

“Kemenag akan senantiasa berkolaborasi dengan pemerintah kota demi menciptakan suasana yang penuh toleransi dan kerukunan antarumat beragama,” ujar Misnawati.

Ia menambahkan bahwa pengembangan Kampung Moderasi bukan sekadar program simbolik, melainkan bagian dari gerakan nasional membangun masyarakat damai yang menjunjung tinggi nilai keberagaman. “Kita ingin agar Kota Gorontalo menjadi lokomotif moderasi beragama. Bahwa keberagaman bukan sumber konflik, melainkan kekayaan yang harus dirawat bersama,” jelasnya.

Misnawati juga menyoroti sejumlah aspek penting dari program ini, antara lain peningkatan kerukunan, penguatan nilai-nilai kemanusiaan, layanan keagamaan yang berdampak sosial, hingga pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai moderasi. Digitalisasi layanan juga menjadi prioritas untuk memastikan pelayanan keagamaan yang transparan dan mudah diakses.

“Kampung Moderasi ini adalah bagian dari ikhtiar besar membangun Indonesia dari akar rumput. Dari kampung yang moderat, kita bisa melahirkan bangsa yang kuat. Mari jadikan ini sebagai model kolaborasi lintas elemen masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Biawao, Nurhadi Taha, yang turut memberikan pengantar dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa program moderasi beragama sangat relevan dengan visi pembangunan Kota Gorontalo. “Program ini sangat penting untuk menjaga dan merawat toleransi antarumat beragama. Selain itu, program ini juga sejalan dengan visi Kota Gorontalo sebagai kota yang mandiri dan religius,” ucap Nurhadi.

Ia juga menyinggung komitmen pemerintah kota di bawah kepemimpinan Adhan Dambea dan Hj. Indra Gobel dalam meningkatkan kesejahteraan para pemuka agama. Menurutnya, perhatian serius diberikan tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga sosial dan ekonomi. “Pemkot akan mengalokasikan insentif untuk para imam masjid, pengurus gereja, pendeta, pastur, dan pandita. Ini adalah bukti nyata, bukan sekadar janji politik,” ungkapnya.

Nurhadi menekankan bahwa keterlibatan para tokoh lintas agama sangat penting dalam mendukung program ini dan memastikan keberlanjutannya. “Peran aktif tokoh-tokoh agama sangat diharapkan untuk terus memberikan masukan serta dukungan terhadap program-program keagamaan Pemkot Gorontalo,” tutupnya.

Program Kampung Moderasi Beragama ini diharapkan menjadi model nasional yang bisa direplikasi di berbagai daerah dalam memperkuat kerukunan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta memperkuat ketahanan sosial berbasis nilai-nilai keagamaan.

Leave a Comment

Related Post