Presiden Mahmoud Abbas Temui Presiden Putin di Moskow, Serukan Penghentian Genosida Israel di Gaza

Ahmad Fairozi, M.Hum.

12/05/2025

2
Min Read
Presiden Mahmoud Abbas Temui Presiden Putin di Moskow, Serukan Penghentian Genosida Israel di Gaza

On This Post

Harakatuna.com. Moskow Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di sela-sela peringatan 80 tahun kemenangan atas Nazisme yang diselenggarakan di Moskow, Sabtu (10/5/2025). Pertemuan tersebut menjadi ajang penting bagi Presiden Abbas untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan situasi krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di wilayah Palestina.

Dilansir dari kantor berita Palestina, WAFA, Presiden Abbas menyampaikan rasa terima kasih atas undangan Rusia dalam menghadiri peringatan bersejarah tersebut. Ia memuji hubungan yang telah terjalin lama antara Palestina dan Rusia sebagai hubungan yang bersifat strategis dan berdasarkan solidaritas yang mendalam.

“Kami sangat menghargai dukungan Rusia yang konsisten terhadap perjuangan rakyat Palestina dan hak-hak sah kami. Hubungan kami dengan Rusia adalah hubungan historis dan penuh persahabatan,” ujar Abbas dalam pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Presiden Abbas memaparkan kepada Presiden Putin kondisi terkini di wilayah Palestina yang diduduki, dengan menyoroti secara khusus agresi militer Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai kampanye sistematis yang menargetkan warga sipil tak berdosa, termasuk anak-anak, perempuan, dan lansia.

“Yang terjadi saat ini bukan hanya agresi, tapi sudah merupakan bentuk genosida. Infrastruktur dihancurkan, dan rakyat kami sengaja dibiarkan kelaparan,” tegas Abbas.

Ia juga menegaskan perlunya gencatan senjata segera dan pengakhiran aksi kekerasan terhadap warga Palestina. Abbas menyoroti blokade total atas Jalur Gaza yang diberlakukan sejak 2 Maret 2025, yang mengakibatkan krisis kemanusiaan semakin memburuk.

“Kami mendesak agar bantuan kemanusiaan segera diizinkan masuk—termasuk makanan, air, obat-obatan, dan bahan bakar. Situasi ini sangat mendesak dan tidak dapat dibiarkan terus berlanjut,” tambahnya.

Pertemuan antara kedua pemimpin ini menegaskan kembali posisi Rusia sebagai salah satu negara yang konsisten mendukung perjuangan Palestina di forum internasional. Rusia selama ini dikenal aktif dalam mendorong solusi damai berdasarkan prinsip-prinsip keadilan dan hukum internasional, termasuk solusi dua negara.

Leave a Comment

Related Post