Harakatuna.com. Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, menegaskan pentingnya peran masyarakat sipil Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina secara konsisten dan tidak tergoyahkan oleh perubahan politik global. Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya saat menerima kunjungan 12 pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2025).
“Saya kira peran masyarakat sipil yang bisa dilakukan adalah membangun dukungan secara terus-menerus. Siapa pun yang memimpin pemerintahan, masyarakat harus tetap mendorong agar negara ini terus membela Palestina, sampai kapan pun,” tegas Gus Yahya di hadapan para pimpinan ormas.
Ia menyatakan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan hanya persoalan kemanusiaan, tetapi juga perjuangan moral yang membutuhkan konsistensi dan keberanian untuk bersuara di tengah dinamika geopolitik yang rumit. “Masalah Palestina ini bukan masalah sederhana. Ini menyangkut banyak kepentingan internasional, dan perjuangannya membutuhkan konsistensi dari masyarakat global, termasuk kita di Indonesia,” lanjutnya.
Menurut Gus Yahya, situasi di Palestina tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan tekanan dari satu pihak. Ia menyoroti keterlibatan banyak negara dalam konflik yang justru menambah kerumitan situasi. “Kalau kita bicara soal Palestina, kita harus sadar bahwa kepentingan di wilayah itu bukan hanya milik rakyat Palestina. Bahkan, negara-negara besar seperti Amerika dan Israel pernah terlibat mendanai operasi-operasi di sana, termasuk pada tahun 1967. Jadi, sulit mengharapkan solusi kecuali negara-negara sebagai aktor politik internasional benar-benar bekerja untuk perdamaian,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa semakin banyak negara yang menyuarakan dukungan terhadap Palestina, maka semakin besar pula dinamika kepentingan politik yang muncul. Oleh karena itu, ia menyerukan agar masyarakat sipil tetap fokus pada perjuangan kemanusiaan dan tidak terjebak dalam kepentingan politik jangka pendek. “Dukungan kita tidak boleh berhenti hanya karena pergantian pemerintahan atau perubahan kebijakan luar negeri. Harus ada tekad bersama dari masyarakat sipil untuk terus mendorong keadilan bagi Palestina,” ujar Gus Yahya.
Pertemuan antara Gus Yahya dan para pimpinan ormas Islam tersebut menjadi bagian dari upaya konsolidasi gerakan masyarakat dalam merespons isu-isu kemanusiaan global, khususnya yang berkaitan dengan perjuangan rakyat Palestina.







Leave a Comment