UNISA Surakarta Bahas Moderasi Beragama Lewat Baitul Arqam Pimpinan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

29/04/2025

3
Min Read
UNISA Surakarta Bahas Moderasi Beragama Lewat Baitul Arqam Pimpinan

On This Post

Harakatuna.com. Surakarta Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Surakarta menyelenggarakan Baitul Arqam Pimpinan pada 26–27 April 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat visi ideologis, kepemimpinan, dan nilai-nilai Islam wasathiyah dalam tubuh institusi pendidikan Muhammadiyah/’Aisyiyah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari sistem perkaderan utama dalam Persyarikatan ‘Aisyiyah, yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman pimpinan terhadap nilai dasar perjuangan organisasi dan menjadikannya sebagai instrumen dakwah amar makruf nahi munkar. UNISA Surakarta sebagai amal usaha ‘Aisyiyah bukan sekadar lembaga pendidikan tinggi, melainkan juga sarana aktualisasi misi dakwah dan kaderisasi Persyarikatan.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UNISA Surakarta, Dra. Sri Hartini, M.Pd., menegaskan pentingnya tema yang diusung dalam kegiatan ini, yakni Wasaṭiyyah Islam dan Masa Depan Moderasi Beragama di Indonesia. Menurutnya, konsep wasathiyah perlu dipahami secara utuh karena belakangan ini moderasi beragama sering dimanfaatkan secara tidak proporsional.

“Fenomena moderasi beragama seringkali timpang. Ada kecenderungan dijadikan alat untuk merezimkan paham keagamaan tertentu,” ujar Sri Hartini.

Ia menekankan bahwa Indonesia bukanlah negara agama maupun negara sekuler, melainkan negara Pancasila yang seharusnya memberikan ruang yang adil bagi semua kelompok keagamaan. Namun, menurutnya, saat ini tampak adanya dominasi kelompok tertentu dalam ruang publik, bahkan cenderung menguasai narasi keagamaan.

“Negara harus bersikap moderat dan objektif, memberi ruang yang sama tanpa diskriminasi. Tidak boleh ada kelompok yang mendikte negara atas nama agama,” tegasnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika tersebut, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah melalui BPH UNISA Surakarta mendorong agar negara menjadi fasilitator yang adil bagi semua ormas keagamaan. Mereka juga mendorong penguatan prinsip Islam wasathiyah tanpa pemaksaan terhadap bentuk moderasi yang bersifat sepihak.

Baitul Arqam Pimpinan ini diikuti oleh seluruh unsur pimpinan kampus, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, hingga Ketua Program Studi. Seluruh anggota BPH UNISA Surakarta juga turut hadir untuk memperkuat komitmen ideologis kolektif di lingkungan kampus.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten yang membawakan materi strategis, antara lain:

  • Dr. Hakimuddin Salim, Lc., MA. dengan tema Hakikat Islam: Peran Tauhid dalam Kehidupan
  • Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag. yang membahas Wasaṭiyyah Islam
  • Dr. Tafsir, M.Ag. membawakan materi Mengelola Amal Usaha Muhammadiyah/’Aisyiyah (AUM/A)
  • Dodok Sartono, M.M. dengan topik Akhlak dan Etos Kerja Kepemimpinan Muhammadiyah
  • Dr. apt. Salmah Orbayyinah, M.Kes., Apt. membahas Peran Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah sebagai Media Dakwah dan Kaderisasi

Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan membekali para pimpinan UNISA Surakarta agar tidak hanya memahami isu-isu kebangsaan dan keagamaan, tetapi juga mampu merumuskan strategi untuk menjawab tantangan ideologis dan sosial ke depan secara konstruktif dan selaras dengan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Leave a Comment

Related Post