Harakatuna.com. Doha — Pemerintah Qatar menyerukan tindakan segera dari komunitas internasional untuk menekan Israel agar membuka akses pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, yang hingga kini masih diblokade. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, di Doha, Minggu (27/4).
“Qatar menolak keras penggunaan kelaparan dan bantuan kemanusiaan sebagai alat untuk menekan rakyat Palestina di Gaza,” ujar Al Thani.
Ia menekankan bahwa kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut kian memburuk dan memerlukan perhatian serta aksi nyata dari masyarakat internasional. Al Thani menambahkan bahwa Qatar terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi atas konflik berkepanjangan di Gaza. “Kami tidak berhenti bekerja sama dengan mitra kami demi mengakhiri perang yang sedang berlangsung di Gaza,” ujarnya.
Menurut Al Thani, berbagai langkah harus segera diambil untuk mendesak Israel membuka jalur distribusi bantuan kemanusiaan, yang saat ini sangat dibutuhkan warga sipil Gaza. Ia juga menyuarakan keprihatinan mendalam atas terhentinya negosiasi gencatan senjata dan kembalinya serangan militer Israel di wilayah tersebut.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan hampir 51.500 warga Palestina. Organisasi-organisasi kemanusiaan internasional melaporkan bahwa mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant. Keduanya dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan atas tindakan mereka di Gaza.
Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresinya di wilayah Palestina.








Leave a Comment