BNPT Minta FKPT Tampung Informasi Potensi Terorisme dari Masyarakat

Ahmad Fairozi, M.Hum.

24/04/2025

2
Min Read
BNPT Minta FKPT Tampung Informasi Potensi Terorisme dari Masyarakat

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Eddy Hartono, mengimbau seluruh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Indonesia untuk aktif menampung informasi dari masyarakat terkait potensi tindak pidana terorisme. Menurutnya, pencegahan kini bisa dilakukan sejak munculnya indikasi awal, seperti kepemilikan bahan-bahan yang dapat digunakan untuk merakit bom.

“Kalau dahulu, pelaku teror ditangkap setelah bomnya meledak. Saat itu pencegahan sudah tidak bisa dilakukan. Ini yang berbahaya,” ujar Komjen Eddy saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Nasional FKPT ke-12 yang digelar secara daring dari Jakarta, Rabu (23/4).

FKPT merupakan forum daerah yang dibentuk oleh BNPT sejak 2012 sebagai bagian dari strategi pendekatan lunak dalam pencegahan terorisme. Forum ini hadir di setiap provinsi dan sejumlah kabupaten/kota, dengan melibatkan tokoh lintas sektor, termasuk tokoh agama, budaya, pendidikan, media, perempuan, dan pemuda.

Komjen Eddy menekankan bahwa keberadaan FKPT di daerah sangat penting untuk menjembatani komunikasi antara masyarakat dan aparat. Informasi yang dihimpun FKPT dari masyarakat nantinya dapat diteruskan ke Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT serta Satuan Tugas (Satgas) Intelijen. “Berbagai informasi yang masuk akan ditindaklanjuti oleh Satgas Intelijen yang bertugas memantau jaringan terorisme. Dari sana, laporan akan diteruskan kepada aparat penegak hukum sebagai dasar penangkapan,” jelasnya.

Ia mencontohkan bahwa kepemilikan pupuk urea, yang bisa disalahgunakan sebagai bahan peledak, termasuk salah satu indikasi yang bisa menjadi dasar tindakan hukum. Namun, ia mengingatkan bahwa aparat tetap harus mampu membuktikan tujuan kepemilikan bahan tersebut. “Konsekuensinya, penyidik harus bisa membuktikan bahwa pupuk urea itu digunakan untuk membuat bom,” kata Komjen Eddy.

Dengan optimalisasi peran FKPT, BNPT berharap pencegahan terhadap aksi terorisme tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif, dengan melibatkan masyarakat dalam mendeteksi potensi sejak dini.

Leave a Comment

Related Post