Harakatuna.com. Baghdad – Parlemen Arab mengecam keras sikap bungkam komunitas internasional terhadap kekejaman yang terjadi di Jalur Gaza. Menurut mereka, keheningan global sama kejamnya dengan agresi militer yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Parlemen Arab, Mohammed bin Ahmed Al-Yamahi, dalam Sidang Pleno ke-4 Parlemen Arab yang digelar di Baghdad, Irak, pada Senin (21/4/2025), seperti dilaporkan Quds Press. “Keamanan dan stabilitas di Timur Tengah tidak akan tercapai tanpa penyelesaian yang adil dan menyeluruh terhadap persoalan Palestina,” tegas Al-Yamahi dalam pidatonya.
Ia menyoroti bahwa serangan brutal yang dilancarkan Israel terhadap warga Gaza telah memasuki tahap yang ia sebut sebagai perang genosida, sementara dunia memilih untuk membisu. Kondisi ini, menurutnya, semakin memperburuk penderitaan rakyat Palestina.
Lebih lanjut, Al-Yamahi menyatakan bahwa konflik di sejumlah negara Arab turut menguras sumber daya dan memperbesar tantangan di kawasan. Untuk itu, ia menekankan pentingnya solusi yang berasal dari inisiatif dan kekuatan dunia Arab sendiri. “Kita perlu solusi Arab murni untuk menghadapi krisis yang menimpa kawasan kita,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Parlemen Arab siap berperan aktif melalui diplomasi parlemen dalam mendukung segala upaya penyelesaian isu Palestina secara damai dan berkeadilan.
Selain isu politik dan keamanan, Al-Yamahi menyoroti pentingnya langkah nyata untuk memperkuat kerja sama ekonomi di dunia Arab. Ia menyebut proyek-proyek integrasi ekonomi sangat penting guna menghadapi tantangan pembangunan yang tak kalah serius dari isu geopolitik. “Kita perlu mengambil langkah serius dalam mewujudkan integrasi ekonomi Arab, terutama di tengah perang dagang global yang berdampak langsung terhadap negara-negara kita,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan ekonomi dan pembangunan harus menjadi perhatian utama negara-negara Arab, agar kawasan ini tidak terus tertinggal dalam persaingan global.








Leave a Comment