Eks Napiter Dukung Penuh Polri Berantas Radikalisme: “Jangan Takut Laporkan Ancaman Teror”

Ahmad Fairozi, M.Hum.

20/04/2025

2
Min Read
Eks Napiter Dukung Penuh Polri Berantas Radikalisme: “Jangan Takut Laporkan Ancaman Teror” Ahmad Fairozi BNPT

Harakatuna.com. Medan – Mantan narapidana kasus terorisme (napiter) dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI), Syawal Wahyudi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pemerintah, khususnya Polri, dalam upaya pemberantasan radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Dalam pernyataannya yang disampaikan saat ditemui di kediamannya di Medan, Jumat (18/4/2025), Syawal menegaskan bahwa sebagai warga negara yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menjadi kewajiban semua pihak untuk menjaga tanah air dari ancaman ideologi radikal dan aksi terorisme. “Sebagai warga yang cinta NKRI, sudah semestinya kita bersatu menjaga negara ini dari pengaruh paham radikal dan tindakan teror yang merusak,” ujar Syawal.

Syawal mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak tinggal diam dan turut serta membantu aparat penegak hukum dalam memutus mata rantai penyebaran paham radikal. “Saya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing provokasi dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menyebarkan hasutan. Kita harus mendukung Densus 88 Antiteror Polri dan BNPT RI agar mereka bisa bekerja maksimal,” katanya.

Menurutnya, segala bentuk keterlibatan dengan jaringan terorisme harus ditindak tegas tanpa pandang bulu. “Siapa pun yang terbukti terlibat dalam jaringan terorisme harus ditindak sesuai hukum yang berlaku, tanpa memandang latar belakang,” tegasnya.

Kritik Manipulasi Sentimen Agama

Syawal juga mengkritik segelintir kelompok elit yang menurutnya kerap memanipulasi isu agama untuk membenarkan tindakan ekstrem. Ia menyayangkan penggunaan simbol-simbol dakwah untuk membungkus agenda tersembunyi yang berujung pada kekerasan.

“Manipulasi sentimen agama dan terorisme atas nama dakwah adalah taktik yang menyesatkan. Saya imbau mereka segera berhenti dan beralih pada cara-cara terhormat untuk mencerdaskan umat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa mengajak umat untuk mendukung aksi terorisme hanya akan menimbulkan korban-korban baru yang tidak bersalah. Syawal juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah Polri, khususnya Polda Sumatera Utara, yang dinilainya telah aktif dan konsisten dalam memantau serta menindak potensi ancaman radikalisme di wilayahnya.

“Kita melihat Polda Sumut dan jajarannya sangat serius memerangi kejahatan terorisme. Mereka tidak pernah lengah dalam memantau gerak-gerik jaringan yang mencurigakan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berani melaporkan jika mengetahui adanya indikasi penyebaran paham radikal di lingkungan sekitar. “Jangan takut untuk memberikan informasi kepada kepolisian jika ada yang mencurigakan. Sekecil apa pun informasi itu sangat membantu dan termasuk amal kebaikan,” tutupnya.

Leave a Comment

Related Post