UNRWA: Lebih dari 2,1 Juta Warga Gaza Terjebak dalam Pengepungan dan Krisis Kemanusiaan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

19/04/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Gaza – Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan bahwa lebih dari 2,1 juta warga Palestina di Jalur Gaza saat ini terjebak dalam kondisi darurat akibat pemboman terus-menerus dan kelaparan yang kian memburuk.

Melalui pernyataan resminya yang dikutip oleh Quds Press pada Sabtu (19/4), UNRWA mengonfirmasi bahwa warga Gaza tidak hanya menghadapi serangan udara, tetapi juga blokade ketat yang menghambat masuknya bantuan kemanusiaan. “Kami mendesak dilakukannya gencatan senjata segera dan pencabutan blokade yang melumpuhkan ini. Penyeberangan harus dibuka kembali agar bantuan penting dapat masuk,” tegas UNRWA dalam keterangannya.

Badan PBB tersebut mengungkapkan bahwa pasokan bantuan seperti makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan perlengkapan darurat masih tertahan di perbatasan. Hal ini disebabkan oleh kebijakan otoritas Israel yang menutup akses masuk ke wilayah Gaza selama lebih dari tujuh pekan terakhir.

“Israel terus menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan, termasuk vaksin anak-anak, pasokan medis, dan kebutuhan pokok lainnya,” tambah UNRWA.

Kondisi semakin memburuk sejak agresi militer kembali dilancarkan pada 18 Maret 2025. Serangan tersebut terjadi setelah berakhirnya gencatan senjata dua bulan yang disepakati sejak 19 Januari. Menurut laporan, Israel dituduh telah melanggar ketentuan gencatan senjata selama periode tersebut, yang menyebabkan penderitaan warga sipil semakin tak terbendung.

UNRWA menekankan pentingnya intervensi internasional untuk menghentikan kekerasan dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau mereka yang membutuhkan di Gaza.

Leave a Comment

Related Post