Menangkap Ide Tulisan yang Berserakan di Sekitar

Devi Ardiyanti

19/04/2025

4
Min Read
Ide Sekitar

On This Post


Harakatuna.com – Suasana yang sunyi dan menenangkan kerap membawa lamunan tersendiri. Bagi seorang penulis, hal ini tentu saja akan menjadi momen yang menguntungkan. Seorang penulis bisa menyulap keadaan sunyi menjadi imajinasi yang membuahkan karya. Tak ayal bila seorang penulis kerap kali disebut sebagai ‘tukang halu’ karena salah satu momen emasnya adalah ketika bisa fokus berkarya dan mendapatkan ide di tengah kesunyian.

Ide menulis bisa datang dari mana saja. Seorang penulis harus bisa memanfaatkan panca inderanya untuk mengedarkan kepekaan dirinya terhadap berbagai hal yang sedang terjadi. Ambil contoh ide umum yang terlihat oleh mata yaitu jalanan, yang bisa dirasakan saat itu adalah kesunyian, yang bisa dicium ialah aroma kopi. Seorang penulis bisa mengemasnya menjadi tulisan di bawah ini:

Duduk termenung mengamati kesunyian. Jalanan tak dipadati oleh kendaraan, namun ada otak yang diriuhi oleh ide yang bejibun. Aroma secangkir kopi siang hari dibalut dengan sayup angin saat hujan menambah keintiman. Suasana seperti ini kerap kali membawa produktivitas tersendiri. Tak mau jika hanya bisa dinikmati oleh raga, tentu saja jemari harus turut membingkai setiap detail yang dirasakan. 

Lagi dan lagi, saya tak akan pernah bosan untuk mengajak kamu menikmati rangkaian kata yang bisa dieja kapan saja dan di mana saja. Tak perlu harus menunggu waktu yang begitu lapang, kamu bisa menggunakan waktu saat ini untuk menghabiskan bacaan yang menggugah rasa. Bahkan, di sela kedinginan yang menyeruak, masih ada luang untuk sekadar menceritakan manisnya kopi yang sedang diteguk. 

Bagaimana mungkin bisa membiarkan waktu berjalan tanpa ada jejak karsa yang dililitkan dalam sebuah tulisan bermakna. Untuk kesekian kalinya, saya mengajak kamu untuk memaknai tiap waktu yang terlewat agar lebih terbingkai dalam ingatan. Kadang kala, pikiran kita sudah terlalu sesak dengan masalah-masalah, tekanan, ketidakberdayaan, kesedihan, overthinking, kecemasan, dan sebagainya. Oleh karena itu, di waktu yang masih bertabur hujan ini, saya memanfaatkannya untuk berbagi. 

Contoh tulisan di atas hanyalah sebagian kecil saja. Kita masih bisa mengeksplorasinya ke berbagai genre tulisan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki. Kebanyakan dari penulis sulit mendapatkan ide saat hendak menulis. Mungkin, ada juga sebagian orang yang merasa kehabisan ide karena terlalu banyak yang dipikirkan.

Adapun ide memiliki urgensi tersendiri sebelum memulai menulis, sehingga keberadaannya sangat dinantikan. Ide merupakan rancangan yang tersusun di dalam pikiran, lalu dieksekusi sedemikian rupa agar menjadi kenyataan. Seorang penulis sangat membutuhkan ide agar ia bisa memulai apa yang ada di dalam pikirannya.

Salah satu cara menangkap ide yang sangat murah adalah dengan menyadari keadaan saat ini atau mindfullness. Coba lihat di sekelilingmu, apa yang dilihat, apa yang bisa dirasakan oleh sentuhan tangan, apa aroma yang tercium? Dengan melakukan hal sederhana itu, kamu bisa menangkap ide dengan baik. 

Datangnya ide dalam menulis terkadang penuh misteri, ada yang menyengaja bepergian untuk mendapatkan rangsangan imajinasi, ada yang membaca buku, ataupun dengan metode lainnya. Adapun yang tak kalah menariknya adalah mendapatkan ide di mana saja dan kapan saja. Bagaimana caranya bisa menangkap ide-ide di mana saja dan kapan saja? Hal-hal yang perlu kita sadari adalah sebagai berikut:

1. Memanfaatkan momen

Menulis merupakan keterampilan yang membutuhkan latihan terus-menerus. Bahkan, sebetulnya setiap orang diberikan kesempatan bisa menulis. Nyatanya, banyak orang yang bisa mengumpat lewat status yang dibuat di media sosialnya. Orang-orang bisa menulis dengan begitu panjang saat marah kepada orang lain atau saat memberikan nasihat lewat tulisan.

Ada juga yang memanfaatkan keterampilannya untuk menulis sesuatu yang baik dan bermanfaat. Hal itu bisa dilakukan di mana saja, baik saat berada di kendaraan umum, warung kopi, menunggu pesawat, dan sebagainya. Oleh sebab itu, manfaatkan momen menunggumu untuk menulis apa saja yang terlintas di kepala. Mungkin, kamu mendapatkan ide melanjutkan novel, menulis puisi, artikel, atau apa pun, sehingga waktu menunggu tidak begitu membosankan.

2. Jadikan menulis sebagai teman diskusi dengan diri sendiri

Ketika kamu merasa tidak ada satu orang pun yang bisa diajak mengobrol, maka solusi sederhananya adalah menulis. Dengan demikian, kamu bisa mengajak pikiran untuk bertualang, mengajak hati untuk berdiskusi tentang apa saja yang sulit diungkapkan. Mengajak diri sendiri untuk berkompromi.

3. Tidak mengeluh dengan keterbatasan alat menulis

Kamu bisa memanfaatkan gawai untuk menulis, bukalah aplikasi memo, Wps Office atau aplikasi sejenis yang bisa kamu jadikan wadah menulis. Atau, kamu juga bisa memanfaatkan grup WhatsApp yang anggotanya hanya diri sendiri. Tulislah apa saja sesukamu. Tidak ada alasan untuk tak menulis, sebab banyak cara yang bisa kita lakukan dan manfaatkan.

4. Menghargai waktu luang

Kadang, kita sudah disibukkan dengan berbagai aktivitas, sehingga untuk mencari kesempatan menulis agaknya kesulitan. Karena itu, untuk menghargai waktu saat ini, kamu bisa gunakan untuk menulis sehingga tak ada yang disia-siakan di dalam hidup. Ingatlah bahwa waktu tidak bisa terulang kembali, mulailah menulis di sela-sela waktu yang dimiliki saat ini.

Demikianlah hal-hal yang bisa kita sadari di sini dan saat ini, semoga ikhtiar untuk konsisten menulis bisa kamu lakukan mulai detik ini juga dengan memanfaatkan hal-hal kecil yang terkadang kurang disadari.

Leave a Comment

Related Post