Malaysia dan China Tolak Pemindahan Paksa Warga Palestina, Desak Solusi Dua Negara

Ahmad Fairozi, M.Hum.

18/04/2025

1
Min Read
Malaysia dan China Tolak Pemindahan Paksa Warga Palestina, Desak Solusi Dua Negara Ahmad Fairozi BNPT

On This Post

Harakatuna.com. Kuala Lumpur – Malaysia dan China secara tegas menyatakan penolakan mereka terhadap relokasi atau pemindahan paksa penduduk Palestina dari Jalur Gaza. Kedua negara tersebut juga menyerukan pembentukan negara Palestina yang merdeka sebagai bagian dari solusi dua negara.

Pernyataan sikap ini disampaikan dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Kamis (17/4), menandai akhir kunjungan kenegaraan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Malaysia. Pernyataan tersebut dilaporkan oleh kantor berita Quds Press. “Gaza adalah milik rakyat Palestina dan merupakan bagian integral dari wilayah Palestina,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.

Malaysia dan China menekankan pentingnya prinsip “Palestina memerintah Palestina” dalam pengelolaan Jalur Gaza pascaperang. Mereka juga menegaskan sikap mereka yang menolak segala bentuk pemindahan paksa warga sipil dari wilayah tersebut.

“Kedua negara dengan tegas menolak relokasi paksa penduduk Gaza dan menegaskan pentingnya penyelesaian damai berdasarkan prinsip dua negara,” lanjut pernyataan itu.

Lebih lanjut, kedua negara mendesak agar Palestina diberikan keanggotaan penuh di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Keanggotaan ini bertujuan sebagai langkah konkret untuk mendukung hak-hak rakyat Palestina atas kemerdekaan dan kedaulatan mereka.

Seruan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan dari Malaysia dan China terhadap perdamaian di Timur Tengah, serta dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina di tengah konflik berkepanjangan yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

Leave a Comment

Related Post