Lebih dari 250 Veteran Mossad Kritik Netanyahu, Desak Prioritaskan Keselamatan Sandera

Ahmad Fairozi, M.Hum.

15/04/2025

2
Min Read
Lebih dari 250 Veteran Mossad Kritik Netanyahu, Desak Prioritaskan Keselamatan Sandera

On This Post

Harakatuna.com. Tel Aviv — Lebih dari 250 mantan anggota lembaga intelijen Israel, Mossad, menyampaikan kritik keras terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melalui sebuah surat terbuka. Mereka mengecam kebijakan pemerintah yang dinilai lebih mengutamakan serangan militer terhadap Hamas dibandingkan upaya penyelamatan 59 warga Israel yang masih disandera di Jalur Gaza.

Surat terbuka ini dipublikasikan pada Senin (14/4) dan dilaporkan oleh Intel News. Inisiatifnya berasal dari dua tokoh penting di lingkungan intelijen Israel, yakni mantan pejabat senior Mossad, Gail Shoresh, serta negosiator sandera terkemuka, David Meidan.

Surat tersebut mendapat dukungan luas dari kalangan veteran Mossad, termasuk puluhan mantan kepala dan wakil kepala departemen, serta tiga eks Direktur Mossad: Tamir Pardo, Efraim Halevy, dan Danni Yatom. Mereka menyerukan agar pemerintah segera mengambil langkah tegas dan bertanggung jawab demi keselamatan para sandera. “Sudah waktunya para pemimpin membuat keputusan berani demi keamanan negara dan keselamatan setiap warganya,” bunyi salah satu kutipan dalam surat tersebut.

Para penandatangan surat menyatakan bahwa mereka telah mendedikasikan hidupnya untuk keamanan Israel dan kini merasa perlu untuk bersuara. Mereka mengingatkan bahwa para mantan agen intelijen “tidak akan terus tinggal diam” jika pemerintah tetap menutup pintu dialog.

Kritik dalam surat itu juga menyoroti penolakan Netanyahu untuk membuka jalur negosiasi dengan Hamas terkait pembebasan para sandera. Para veteran intelijen tersebut menyebut pendekatan ini sebagai bentuk kegagalan moral dan strategis dalam kepemimpinan nasional. “Netanyahu harus segera bertindak untuk mencapai kesepakatan pembebasan 59 sandera, tanpa penundaan, bahkan jika itu harus dibayar dengan gencatan senjata,” tegas mereka.

Dalam surat tersebut, para veteran Mossad juga menyatakan dukungan penuh terhadap surat sebelumnya dari para pilot Angkatan Udara Israel, yang turut mengkritisi kebijakan pemerintah. Beberapa dari mereka bahkan dicopot dari jabatannya akibat keberanian menyuarakan kritik. “Surat ini mencerminkan kekhawatiran mendalam atas masa depan negara kami,” tulis para mantan agen intelijen dalam bagian akhir surat.

Dengan meningkatnya tekanan dari berbagai kalangan, termasuk dari komunitas intelijen elit seperti Mossad, pemerintahan Netanyahu kini berada di bawah sorotan tajam untuk segera mengambil langkah yang lebih manusiawi dan strategis dalam menyikapi krisis sandera yang belum terselesaikan di Gaza.

Leave a Comment

Related Post