Memahami Agama, Radikalisme, dan Upaya Melawannya

Bagis Syarof, S.H

06/04/2025

4
Min Read
Agama

On This Post

Judul: Agama, Kekerasan, dan Radikalisme, Penulis: M. Taufiq Rahman, Penerbit: Prodi S2 Studi Agama-Agama, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Tahun Terbit: 2020, Jumlah Halaman: 239, ISBN: 978-623-95343-0-1, Peresensi: Bagis Syarof, S.H.

Harakatuna.com – Dilansir dari Website Resmi Polri, bahwa pada tanggal 4 November 2024 lalu, bahwa Densus 88 berhasil menangkap terduga teroris yang berada di wilayah provinsi Jawa Tengah. Ketiga orang yang ditangkap berinisial BI, ST dan SQ.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, ketiganya ditangkap di tiga lokasi berbeda. Untuk tersangka BI ditangkap di Kabupaten Kudus. Sementara ST diamankan di Kabupaten Demak. Sedangkan SQ dibekuk di Kabupaten Karanganyar.

Berita tentang radikalisme akhir-akhir ini tidak terlalu terekspos di ranah pemberitaan nasional. Hal tersebut tidak menjadi bukti bahwa radikalisme, terorisme, ekstremisme di Indonesia sudah hangus. Tiga hal tersebut masih terus ada. Apabila kita semua lengah dalam upaya deradikalisasi, maka bukan tidak mungkin gerakan mereka akan menjadi besar tanpa kita sadari.

Buku yang ditulis M. Taufiq Rahman ini mengulas secara mendalam tentang radikalisme, kekerasan dan agama. Hal ini dapat memantik pikiran kita untuk selalu berpikir bagaimana mereka bergerak, menjelaskan berbagai faktor yang menyebabkan kekerasan berbasiskan agama, dan lainnya.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, acap kali muncul sebuah pertanyaan basik, apakah agama yang kita anut menganjurkan untuk melakukan kekerasan, dan apakah orang yang menganut agama salah dalam menafsirkan teks agama sehingga menutur mereka, agama menganjurkan untuk melakukan kekerasan?

Buku ini mencoba menjelaskan hal itu semua dengan pendekatan akademis. Buku ini memberikan analisis secara komprehensif mengenai bagaimana agama berperan dalam berbagai konflik, baik dalam hal politik atau sosial.

Karya M. taufiq ini didahului dengan perbincangan tentang apa itu radikalisme, bagaimana perkembangannya dalam berbagai agama. Penulis memberikan pemaparan secara detail bawa radikalisme bukanlah produk dari satu agama tertentu. Adalah sebuah fenomena yang ditemukan dalam berbagai keyakinan. Radikalisme menurut penulis adalah hasil dari berbagai kajian teologis, sosial, dan politik yang kompleks.

Penulis juga memberikan penjelasan tentang kekerasan berbasis agama di berbagai belahan dunia. Beliau meneropong berbagai konflik yang menggunakan legitimasi agama untuk melakukan kekerasan baik dalam bentuk perang, penindasan maupu aksi terorisme.

Dalam buku tersebut juga dijelaskan bahwa teks agama yang tertulis di dalam kitab suci agama dimanipulasi oleh kelompok yang berkepentingan untuk membenarkan kekerasan yang dilakukan. Penulis berkesimpulan dalam pembahasan tersebut, bahwa kekerasan atas dasar agama bukan perintah agama itu sendiri, melainkan agama dimanfaatkan untuk melegitimasi tindakan kekerasan orang yang berkepentingan, baik politik atau sosial.

Kajian tentang peran teknologi dalam pengaruh penyebaran pemahaman radikalisme agama juga dijelaskan dalam buku ini. Di masa ini, propaganda sangat mudah disebarkan menggunakan media teknologi.

Mereka menggunakan media sosial, website atau lainnya untuk menyebarkan pemahaman radikalisme mereka ke lebih banyak calon penganut. Mereka lebih leluasa dalam menyebarkan narasi radikalisme, ekstemisme. Jadi dalam hal ini penulis ingin menyampaikan bagaimana radikalisme berkembang di masa modern, agar kita lebih hati-hati dalam menggunakan teknologi.

Hal yang paling penting dalam buku ini, dalam hemat saya adalah upaya deradikalisasi yang dipaparkan oleh penulis. Upaya represif seperti penangkapan dan penghukuman bagi ekstemis, radikalis, tidak menjadi satu-satunya cara untuk menekan mereka agar tidak terus-terus menebarkan pemahaman tersebut.

Ada satu cara lain untuk menopang upaya deralisasi tersebut. Adalah dengan melakukan upaya pendidikan tentang perdamaian, anti intoleransi penguatan moderasi beragama dan pentingnya duduk bersama antar-penganut agama. Penulis memberikan opini bahwa peran berbagai instrumen pendidikan harus juga berperan dalam mewujudkan upaya deradikalisasi.

Buku ini dapat dijadikan sebagai rujukan akademik, karena ditulis mengggunakan data yang akurat berdasarkan riset akademik. Penggunakan teori-teori klasik dalam studi agama, dan peggunaan studi kasus untuk membuat pemahaman lebih dalam juga menjadi bumbu menarik untuk melengkapi pemahaman pembaca dalam menikmati buku ini.

Sebuah karya tentu tidak luput dari berbagai kekurangan. Ada kekurangan yang dalam pandangan saya penting untuk menjadi pelengkap dalam pembahasan buku ini agar lebih menyentuh emosional pembahaca.

Adalah tentang pengalaman personal yang pernah terlibat dalam gerakan radikalisme, baik di Indonensia atau di luar Indonesia. Hal tersebut dalam pandangan saya akan lebih menyentuh secara emosional bagi pembaca agar mereka lebih waspada dan menjauhi radikalisme.

Buku Agama, Kekerasan dan Radikalisme ini dalam pandangan saya adalah karya yang berbobot karena disertai data dan analisis kuat tentang radikalisme dan upaya deradikalisasinya. Buku ini tidak hanya menawarkan ilmu pengetahuan tentang kemunculan radiikalisme, akan tetapi bicara juga tentang upaya untuk meredam atau menghilangkan radikalisme itu sendiri dari sekitar kita. Semoga kita semua diselamatkan dari radikalisme!

Leave a Comment

Related Post