Harakatuna.com. Jakarta – Anggota DPR RI sekaligus Dewan Penasihat Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyatakan bahwa semangat Idul Fitri memiliki makna yang sangat penting dalam memperkuat persatuan dan harmoni sosial di Indonesia, negara dengan lebih dari 300 suku bangsa dan 700 bahasa daerah. Pernyataan tersebut disampaikan Bamsoet saat menghadiri open house Rumah Pergerakan Patiunus untuk GSN di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/4/2025).
Bamsoet menjelaskan bahwa momen Idul Fitri merupakan waktu yang tepat untuk mengukuhkan nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, serta memperkuat toleransi dan kepedulian sosial antarwarga. Dia juga menekankan pentingnya tradisi silaturahmi dalam menciptakan ikatan yang lebih kuat di tengah masyarakat yang beragam.
“Semangat Idul Fitri merupakan cermin nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang mengedepankan sikap saling memaafkan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Melalui tradisi silaturahmi, berbagi melalui zakat fitrah, serta praktik mudik dan open house, Idul Fitri telah menjadi momentum strategis untuk merajut keutuhan dan harmoni sosial,” ujar Bamsoet.
Menurut Bamsoet, perayaan Idul Fitri tidak hanya dirayakan sebagai kemenangan spiritual, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam memperkokoh persatuan bangsa. Tradisi silaturahmi, di mana masyarakat saling mengunjungi, berbagi makanan, serta saling memaafkan, tercermin jelas dalam semangat Idul Fitri. Ini mempererat hubungan antarkeluarga dan antarkelompok masyarakat.
Hasil penelitian Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa sekitar 64,4 persen responden menganggap Idul Fitri sebagai kesempatan penting untuk mempererat hubungan antarumat beragama dan memperkuat keharmonisan sosial. Tradisi mudik dan open house, menurut Bamsoet, memberikan ruang bagi terjadinya pertemuan lintas golongan dan agama, yang mempererat ikatan persaudaraan dan mendorong terciptanya dialog serta toleransi antarumat beragama.
“Tradisi mudik serta open house selama Idul Fitri memungkinkan terjadinya pertemuan lintas golongan dan lintas agama. Di mana setiap orang diajak untuk merayakan kemenangan dengan penuh kebersamaan. Hal ini tidak hanya memperkuat ikatan persaudaraan, tetapi juga menciptakan ruang dialog dan toleransi antarumat beragama,” jelasnya.
Bamsoet juga menyoroti pentingnya berbagi melalui zakat fitrah selama Idul Fitri. Selain memenuhi kewajiban agama, zakat fitrah juga menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Data dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menunjukkan bahwa pengumpulan zakat fitrah pada tahun 2024 meningkat sebesar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan kesadaran sosial yang semakin tinggi di kalangan masyarakat.
“Perayaan Idul Fitri juga merupakan waktu untuk melakukan refleksi. Di tengah banyaknya konflik sosial yang muncul, Idul Fitri mengingatkan akan pentingnya toleransi, pengertian, dan dialog antarkelompok yang berbeda,” tambah Bamsoet.
Selain Bamsoet, hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri PKP Maruarar Sirait, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Christina Aryani, Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bobby Rizaldi, Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily, dan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad. Turut hadir juga sejumlah anggota DPR RI seperti Melly Goeslaw, Nurul Arifin, Abraham Sridjaja, Dave Laksono, Robert Kardinal, serta perwakilan dari berbagai organisasi seperti Ikatan Motor Indonesia (IMI), Perbakin, Pemuda Pancasila, SOKSI, Hipakad, dan berbagai komunitas lainnya.







Leave a Comment