Harakatuna.com. Libya – Pada acara silaturahmi Lebaran Idulfitri 2025 yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tripoli, Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) RI Dede Achmad Rifai mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia di Libya untuk senantiasa menjaga persatuan, kesatuan, serta kebersamaan. Hal ini disampaikan Dede dalam sambutannya yang dilansir dari Antara pada Kamis, 3 April 2025.
“Agar masyarakat yang berada jauh dari sanak saudara dan teman di tanah air Indonesia senantiasa menjaga persatuan, kesatuan, kerukunan, dan kebersamaan,” kata Dede dalam kesempatan tersebut.
Dede juga berharap, semangat dan nilai-nilai baik yang diperoleh selama menjalani ibadah di bulan suci Ramadan dapat terus dipertahankan, khususnya dalam menjaga kebersamaan dan saling membantu sesama warga Indonesia yang berada di Libya.
Acara silaturahmi yang dihadiri oleh sekitar 200 warga negara Indonesia (WNI) dan diaspora Indonesia di Libya, serta staf KBRI Tripoli, berlangsung pada Rabu, 2 April 2025, di Wisma Indonesia. Para peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Tripoli, tetapi juga dari berbagai kota di luar Tripoli seperti Misrata dan Zliten. Kehadiran yang luar biasa ini menandakan betapa besarnya minat warga Indonesia di Libya untuk berkumpul dan saling bertemu dalam suasana Idulfitri.
KBRI Tripoli dalam keterangannya menyebutkan bahwa acara silaturahmi tersebut juga menunjukkan suasana Kota Tripoli yang semakin aman dan kondusif. Banyak WNI yang bekerja, belajar, dan bermukim di Libya, terutama di Tripoli, dan jumlah mereka terus meningkat seiring dengan membaiknya situasi keamanan di negara tersebut.
Dalam acara tersebut, KBRI Tripoli juga memanfaatkan momentum silaturahmi untuk memberikan informasi terkait berbagai kegiatan dan acara penting yang akan diselenggarakan di Indonesia. Di antaranya adalah Bali & Beyond Travel Fair pada 11-13 Juni 2025, Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) pada 25-28 September 2025, serta Trade Expo Indonesia pada 15-19 Oktober 2025.
Sejak jatuhnya rezim Muammar Gaddafi pada 2011, Libya telah dilanda kekacauan yang berkepanjangan. Negara yang kaya akan minyak ini terpecah menjadi dua bagian, dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional yang berbasis di Tripoli dan komandan militer Khalifa Haftar yang menguasai Benghazi. Meskipun begitu, kondisi keamanan di Tripoli dan beberapa wilayah lainnya mulai membaik, memberikan harapan bagi kehidupan yang lebih stabil bagi WNI di Libya.
Dengan adanya acara ini, diharapkan semangat kebersamaan di kalangan WNI di Libya dapat terus terjaga dan memperkuat ikatan antara mereka dengan tanah air Indonesia.








Leave a Comment