Pemerintah Diharapkan Terus Dukung Upaya Pemberantasan Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

Harakatuna

24/03/2025

3
Min Read
radikalisme

On This Post

Harakatuna.com. Tanjung Balai – Dalam upaya memerangi paham intoleransi, radikalisme, dan tindakan terorisme di masyarakat, pemerintah yang telah bekerja keras untuk menciptakan kedamaian harus mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Ustadz Sanjaya Marpaung, Pimpinan dan jemaah MT Nurul Ilmi Tanjung Balai, dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada media.

Menurut Ustadz Sanjaya, pemerintah perlu mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya di lapisan bawah, untuk memperoleh dukungan serta informasi yang lebih luas tentang ancaman paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara. “Pemerintah harus bisa merangkul lapisan masyarakat bawah untuk mendapatkan dukungan dan informasi terkait dengan paham intoleransi, radikalisme, dan tindakan terorisme,” ujarnya.

Sanjaya menegaskan bahwa MT Nurul Ilmi secara tegas mendukung penuh program pemerintah dalam memberantas paham-paham berbahaya tersebut, serta berkomitmen untuk menjaga kerukunan umat beragama di wilayah hukum Polda Sumatra Utara. “Kami mendukung penuh program pemerintah dalam memberantas paham intoleransi, radikalisme, dan tindakan terorisme, serta menjaga kerukunan umat beragama di wilayah hukum Polda Sumatra Utara,” kata Sanjaya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa semua pihak yang terkait dengan jaringan terorisme harus ditindak tegas tanpa memandang latar belakang mereka. “MT Nurul Ilmi secara tegas dan keras berujar agar semua pihak yang terhubung dengan jaringan terorisme harus ditindak tanpa memandang latar belakang,” tegasnya.

Ustadz Sanjaya juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus berperan aktif dalam membantu aparat terkait untuk mencegah dan memberantas aliran sesat yang mengandung faham radikalisme. “Kami menghimbau kepada segenap lapisan masyarakat untuk tetap berperan serta membantu aparat terkait dalam mencegah dan memberantas aliran sesat yang mengandung faham radikalisme,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang berusaha menyebarkan hasutan yang dapat menyesatkan. “Masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan hasutan yang menyesatkan,” katanya.

Ustadz Sanjaya juga memberikan dukungan penuh terhadap berbagai perangkat negara, termasuk Densus 88 Antiteror Polri dan BNPT, dalam upaya mereka memberantas terorisme. Menurutnya, dukungan dari masyarakat sangat penting untuk kelancaran operasi mereka. “Perangkat negara seperti Densus 88 Antiteror Polri dan BNPT harus mendapatkan dukungan dari masyarakat luas,” ujar Sanjaya.

Sanjaya juga menegaskan bahwa kalangan elite tertentu yang sering memanipulasi sentimen agama dan terorisme untuk kepentingan tertentu harus segera dihentikan. “Kalangan elite tertentu yang sering memanipulasi sentimen terhadap agama, termasuk memanipulasi terorisme dengan label gerakan dakwah, sesungguhnya hanya taktik dan tujuan tertentu. Kami minta segera berhenti dan beralihlah kepada cara yang terhormat untuk mencerdaskan umat. Jangan hasut umat untuk mendukung kegiatan terorisme, sehingga tidak ada lagi korban lainnya,” tegas Sanjaya.

Menurut Ustadz Sanjaya, meskipun tantangan dalam memberantas paham radikalisme sangat besar, masyarakat masih yakin dan percaya bahwa pemerintah akan terus berjuang melawan paham tersebut. Ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah dan strategi yang diambil oleh Polri untuk menangani masalah ini. “Masyarakat tetap yakin dan percaya terhadap pemerintah dalam memberantas paham radikalisme. Untuk itu, langkah dan trik jitu dari Polri harus diapresiasi,” katanya.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat, diharapkan upaya pemberantasan radikalisasi dan terorisme dapat berjalan lebih efektif dan menciptakan keamanan serta kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia.

Leave a Comment

Related Post