Ribuan Demonstran Gelar Aksi Duduk Massal di London Protes Agresi Israel terhadap Gaza

Harakatuna

24/03/2025

3
Min Read
Ribuan Demonstran Gelar Aksi Duduk Massal di London Protes Agresi Israel terhadap Gaza

On This Post

Harakatuna.com. London – Ribuan demonstran berkumpul di luar Kedutaan Besar Israel di London pada Sabtu malam, 22 Maret 2025, untuk melaksanakan aksi duduk massal sebagai bentuk protes terhadap agresi yang terus berlangsung terhadap Gaza. Aksi ini juga mengecam keterlibatan pemerintah Inggris dalam mendukung kebijakan pendudukan Israel.

Sebagaimana dilaporkan oleh Quds Press, aksi ini merupakan bagian dari serangkaian acara yang diselenggarakan oleh sejumlah organisasi solidaritas yang dikoordinasi oleh Forum Palestina di Inggris. Tujuan utama dari demonstrasi ini adalah untuk menunjukkan penolakan besar-besaran terhadap kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel dan mendesak agar dukungan militer Inggris kepada negara tersebut dihentikan.

Para demonstran meneriakkan berbagai slogan yang mengecam kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel, sementara mereka mengangkat spanduk-spanduk yang menuntut agar ekspor suku cadang militer untuk pesawat Israel dihentikan serta agar operasi mata-mata udara yang dilakukan oleh Israel di wilayah Palestina dihentikan segera. Di tengah kerumunan, bendera Palestina dikibarkan dengan penuh semangat, menyuarakan seruan untuk pembebasan tahanan Palestina, terutama Dr. Hussam Abu Safia, dan mengutuk serangan yang terus berlangsung terhadap Masjid Al-Aqsa, yang terjadi pada beberapa hari terakhir bulan Ramadan.

Adnan Humaidan, penjabat presiden Forum Palestina di Inggris, menegaskan bahwa demonstrasi ini lebih dari sekadar aksi protes sementara. “Ini adalah seruan kemarahan atas ketidakadilan, dan penegasan bahwa kami tidak akan tinggal diam sementara darah orang-orang tak berdosa tertumpah di Gaza,” ujar Humaidan. Ia juga mengkritik keras kebijakan pemerintah Inggris yang mendukung agresi Israel. “Setiap peluru yang jatuh di rumah-rumah warga sipil, setiap anak yang diselamatkan dari reruntuhan, dan setiap ibu yang kehilangan anak-anaknya merupakan noda malu di dahi pemerintah yang mendukung pendudukan kriminal,” tambahnya dengan tegas.

Lebih lanjut, Humaidan menegaskan bahwa aksi ini tidak hanya sebatas protes, tetapi juga seruan untuk keadilan. “Kami katakan dengan lantang dan jelas, kami tidak akan diam, kami tidak akan berkompromi, dan kami akan tetap turun ke jalan menuntut keadilan sampai setiap inci wilayah Palestina dibebaskan, dan sampai Gaza aman dari kebrutalan pendudukan,” tandasnya.

Aksi duduk massal tersebut juga diwarnai oleh pidato-pidato yang disampaikan oleh beberapa tokoh terkemuka yang turut menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina. Di antaranya adalah seniman Khaled Abdallah, musisi Paloma Faith, dan aktris Juliet Stevenson, yang masing-masing menyuarakan dukungan mereka dalam perjuangan untuk Palestina.

Aksi ini berlangsung di tengah meningkatnya dukungan terhadap Palestina di Inggris, terutama setelah kemarahan yang meluas terkait sikap pemerintah Inggris yang dianggap lebih mendukung Israel dalam konflik ini. Demonstrasi ini menggambarkan eskalasi ketegangan antara warga Inggris yang mendukung Palestina dan pemerintah mereka yang dianggap terlalu pro-Israel.

Leave a Comment

Related Post