Harakatuna.com. New York – Dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin, 17 Maret 2025, perwakilan Denmark untuk PBB, Christina Markus Lassen, menegaskan pentingnya perempuan Afghanistan untuk memiliki partisipasi yang penuh, setara, bermakna, dan aman dalam semua aspek kehidupan, terutama dalam proses pengambilan keputusan di tingkat publik.
Lassen menyoroti bahwa perempuan Afghanistan harus diberi kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam kehidupan publik dan proses pengambilan keputusan, yang selama ini semakin terpinggirkan di bawah pemerintahan Taliban. “Perempuan Afghanistan harus memiliki partisipasi penuh, setara, dan bermakna dalam setiap aspek kehidupan mereka,” ungkap Lassen dalam pernyataan yang disampaikan selama pertemuan tersebut.
Selain itu, Lassen juga menggarisbawahi pentingnya pengakuan internasional terhadap pelanggaran hak-hak perempuan yang terus berlangsung di Afghanistan. Ia menekankan bahwa situasi ini semakin memburuk dan membutuhkan perhatian serta tindakan nyata dari komunitas internasional. “Pelanggaran hak-hak perempuan di Afghanistan terus memburuk, dan kita harus mengakui kenyataan ini untuk dapat memberikan solusi yang lebih efektif,” lanjutnya.
Perwakilan Denmark itu menuding bahwa Taliban secara sistematis telah meminggirkan perempuan Afghanistan, menjadikan mereka sasaran kekerasan dan diskriminasi. Ia menyatakan bahwa masyarakat internasional perlu bertindak segera untuk memastikan perlindungan dan inklusi perempuan dalam setiap aspek kehidupan sosial, politik, dan ekonomi. “Tindakan global diperlukan untuk memastikan perempuan Afghanistan tidak hanya diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan, tetapi juga dilindungi dari kekerasan lebih lanjut,” tambahnya.
Lassen menegaskan bahwa Dewan Keamanan PBB telah memberikan pesan yang jelas bahwa perempuan Afghanistan berhak mendapatkan partisipasi penuh dan bermakna dalam kehidupan publik mereka, serta hak-hak mereka harus dilindungi. Pernyataan ini menggambarkan keprihatinan internasional terhadap nasib perempuan di Afghanistan, yang terus menjadi korban kebijakan diskriminatif di bawah pemerintahan Taliban.








Leave a Comment