FKPT Kalimantan Selatan Perkuat Waspada Terhadap Ancaman Radikalisme di Era Digital

Harakatuna

15/03/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Banjarmasin – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengintensifkan upaya kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk menghadapi ancaman paham radikalisme dan terorisme, khususnya di era digital. Langkah tersebut disampaikan oleh Ketua FKPT Kalsel, Dr. Ir. H. Muhammad Fauzi Makki, M.P, dalam sambutannya di hadapan pengurus baru FKPT Kalsel periode 2025 – 2027, pada acara silaturahmi yang berlangsung di Banjarmasin, Jumat (14/3/2025).

Acara yang bertajuk “Memperkuat Sinergisitas Pengurus di Bulan Ramadan” ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk mantan Ketua FKPT Kalsel, H. Aliansyah Mahadi (Didit), serta pengurus lama dan baru. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama di sebuah hotel di Banjarmasin.

Dalam kesempatan tersebut, Fauzi menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi dan media sosial di era digital telah menjadi tantangan tersendiri dalam pencegahan radikalisasi. “Media sosial kini telah menjadi alat yang mampu melampaui batas ruang fisik secara efektif. Dunia maya sebagai ruang non-fisik tanpa batas ini, bisa memunculkan berbagai dampak. Dampak positif, seperti menyatukan orang-orang yang terhalang oleh jarak dan waktu serta sebagai media untuk bertukar ide, tentu ada. Namun, dampak negatifnya juga cukup signifikan, terutama dalam memfasilitasi penyebaran konten-konten negatif dan ideologi radikal,” ungkap Fauzi.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini menegaskan, meluasnya penggunaan platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Tiktok telah mengubah pola komunikasi masyarakat secara global. Fauzi juga mengakui bahwa media sosial telah dimanfaatkan oleh kelompok radikal sebagai sarana yang sangat efektif dan murah untuk menyebarkan propaganda serta merekrut anggota baru. “Medsos memungkinkan kelompok ekstrimis untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, menyebarkan ideologi yang mereka anut, serta memperkuat pikiran yang ingin mereka sampaikan,” tambahnya.

Menghadapi tantangan tersebut, Fauzi menekankan pentingnya peran FKPT Kalsel dan pengurus yang baru untuk lebih gencar dalam mensosialisasikan pencegahan radikalisasi. “Kita harus lebih aktif dalam memperkuat kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman paham radikal yang menyebar melalui dunia maya. Salah satunya dengan berkolaborasi lebih erat dengan pemerintah, dalam hal ini Kesbangpol, dan masyarakat untuk melawan terorisme secara bersama-sama,” ujar Fauzi.

Sebagai langkah konkret, Fauzi mengungkapkan bahwa FKPT Kalsel akan berusaha mensinergikan program-program dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI tahun 2025. “Program-program yang digagas oleh BNPT RI akan kita integrasikan dalam kegiatan-kegiatan FKPT daerah, sehingga upaya pencegahan terorisme dan radikalisasi dapat berjalan secara lebih terstruktur dan efektif,” pungkasnya.

Acara silaturahmi ini menunjukkan semangat FKPT Kalsel dalam memperkuat sinergi antar pengurus dan berbagai pihak terkait dalam rangka menciptakan suasana yang aman dan bebas dari ancaman radikalisme dan terorisme di wilayah Kalimantan Selatan.

Leave a Comment

Related Post