Produktivitas tidak pernah kebetulan. Itu selalu merupakan hasil dari komitmen terhadap keunggulan, perencanaan yang cerdas, dan upaya yang terfokus. – Paul J. Meyer
Harakatuna.com – Produktivitas yang diciptakan dengan perencanaan yang logis dan terukur tidak akan memberatkan. Produktif dalam kegiatan menulis pun harus beririsan dengan upaya diri untuk berfokus pada hal-hal yang harus ditulis dan diselesaikan. Dengan demikian, akan tercipta rutinitas yang lebih terarah dan hasil yang lebih maksimal.
Produktif menulis bukan tentang seberapa banyak yang kita tulis, melainkan komitmen yang dipegang erat untuk terus menulis dan menghasilkan karya yang berkualitas. Menulis bukan hanya sekadar merampungkan tulisan yang menumpuk di folder, tetapi bagaimana tulisan tersebut dapat diterima oleh pembaca dan bermanfaat bagi orang lain.
Ada pepatah mengatakan tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai. Akan tetapi, bagi saya tulisan yang baik adalah tulisan yang diselesaikan dengan penuh kesadaran dan telah melalui proses pengerjaan yang jujur dan benar. Dengan demikian, kita bisa belajar untuk jujur sejak dalam pikiran. Sudah siapkan kita berkomitmen dengan diri sendiri unuk tetap produktif menulis di bulan Ramadan?
Bulan Ramadan merupakan bulan yang suci yang penuh dengan keberkahan dan juga ampunan dari Tuhan. Bulan yang acap kali ditunggu-tunggu oleh umat muslim di dunia ini karena banyak sekali keistimewaannya.
Meskipun demikian, menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan ada kalanya tubuh kita terasa lemas sehingga mengalami penurunan dalam berkegiatan sehari-hari, termasuk saat hendak menulis. Hal tersebut tentu tidak dapat dipungkiri lagi. Oleh karena itu, kita harus memiliki kuncinya agar tetap prima menulis di bulan Ramadan.
Di bawah ini adalah kunci yang dapat diimplementasikan agar tetap bisa menulis selama bulan Ramadan meskipun dalam keadaan berpuasa.
- Memperkuat niat untuk komitmen menulis
Sesungguhnya segala perbuatan itu bergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Tanpa niat yang kuat, menulis hanyalah akan menjadi angan-angan belaka. Awali dengan melafalkan basmalah dan membuat janji dengan diri sendiri untuk komitmen menulis. Jangan jadikan menulis sebagai beban, tetapi bagian dari kebutuhan diri. Dengan demikian, kita akan mendapatkan apa yang telah diniatkan yaitu memiliki karya tulis.
- Menetapkan tujuan menulis yang jelas dan logis
Tetapkan diawal tentang tujuan kita menulis, apakah hanya sekadar untuk mengisi waktu luang, menghibur seseorang dengan tulisan, memberikan informasi atau ingin lebih dari itu. Sesuaikan juga dengan kemampuan diri, jangan memaksakan sesuatu jika kita belum sanggup. Jika ingin rutin mendapatkan cuan dari menulis, maka harus tahu media dan penerbit mana saja yang hendak dibidik dan tentunya media juga penerbit yang memberikan benefit ketika tulisan kita dipublikasikan/diterbitkan.
- Menentukan waktu yang tepat bila perlu buat jadwal
Sering kali hal yang membuat seseorang kesulitan untuk menulis adalah tidak ada waktu atau tak pandai memanajemen waktu. Agar hal tersebut tidak terjadi berulang-ulang, maka tentukan waktu yang tepat. Misalnya, menulis menjelang waktu berbuka puasa (ngabubuwrite) selama satu jam danselepas sahur menuju salat subuh selama satu jam. Minimal di dua waktu tersebut manfaatkanlah sebaik-baiknya. Buat jadwalnya dengan jelas dan cari waktu yang minim distraksi agar kita bisa lebih fokus.
- Memilih topik pembahasan yang relevan
Mengapa topik pembahasan menjadi hal yang penting? Topik pembahasan menjadi sebuah dasar dalam menyampaikan makna tulisan. Adapun dengan menentukan topik pembahasan, maka hal tersebut akan mempermudah pengembangan tulisan yang akan kita buat. Di momen Ramadan, buatlah tulisan dengan topik tersebut. Misalnya, keutamaan dan manfaat berpuasa, tip agar tubuh tetap bugar saat menjalankan ibadah puasa, dan sebagainya. Dengan mengangkat topik-topik tersebut, kita akan lebih terhubung.
- Menjalankan dengan sepenuh hati karena menulis bagian dari ibadah
Segala sesuatu yang berawal dari setengah hati maka hasilnya pun tidak akan maksimal. Oleh sebab itu, jalani menulis dengan sungguh-sungguh tanpa terbebani. Jika sudah jatuh cinta dengan menulis, maka setiap kita bertemu dengan kegiatan menulis tidak akan merasa enggan apalagi membenci. Tulislah apa saja yang kita minati, jangan berpikir bahwa nanti tulisannya jelek dan tidak ada yang membacanya. Percayalah bahwa setiap tulisan akan menemui jodoh pembacanya sendiri. Di bulan Ramadan, sesuatu yang kita kerjakan itu termasuk ke dalam ibadah, maka menulis juga bagian dari ibadah.
Langkah kecil yang kita lakukan akan lebih bermakna daripada hanya memikirkan saja tanpa ada aksi nyata. Kunci produktivitas tersebut hanya akan menjadi teori ketika kita tidak mau mempraktikkannya. Karena itu, penting untuk memulainya hari ini dan saat ini juga. Membuat aturan bagi diri sendiri dan berusaha untuk berkomitmen dengan apa yang sudah disepakati.
Dengan demikian, kita akan lebih siap menjalani ibadah puasa dengan hati yang damai, menulis pun terasa lebih nyaman dan menyenangkan. Bagikan kunci 5M ini agar lebih banyak orang yang merasakan kebermanfaatannya.







Leave a Comment