Sedikit Usaha Memahami Surah Al-Waqi’ah (Bagian-II)

Harakatuna

09/07/2018

3
Min Read

On This Post

Aneka Kenikmatan Golongan Atas

Tsullatun Minal Awwalîn

Golongan atas terdiri dari; Sekumpulan banyak orang dari umat-terdahulu

Mengingat umat-umat terdahulu mempunyai banyak nabi mulai Nabi Adam as hingga Nabi Isa as. Tentu jika dibandingkan dari segi kuantitas memang lebih banyak umat terdahulu. Sebab ini ada;ah kelas atas VVIP (baca: golongan atas) yang hanya diisi oleh para nabi, rasul, syuhada, shiddîqîn dan orang-orang yang dekat dengan Allah swt.  Namun dalam segi kualitas mereka di bawah umat Muhammad saw.

Wa Qalîlun Minal Âkhirîn

Dan Segelintir orang dari umat Muhammad saw

Sedikit dalam jumlah. Banyak dalam kualitas dan keutamaannya. Nabi saw sendiri berharap umatnya mendapat kuota separuh dari bagian penghuni surga. Sementara separuh penghuni lainnya dibagi antar umat-umat terdahulu. (HR. Ahmad dari Abu Hurirah).

ʻAlâ Sururin Maudhûnah

Berada di atas kasur yang ditenun dari emas permata

Muttakiîna ʻalaihâ Mutaqâbilîn

Mereka santai menyandarinya saling berhadap satu sama lain

Keadaan ini membuat mereka dalam puncak kebahagiaan. Tidak ada rasa bosan dan letih di sana. Tidak ada kegaduhan dan perselisihan di sana.

Yathûfu ʻalaihim Wildânun Mukhalladûn

Bocah-bocah abadi mengelilingi mereka

Mereka yang melayani penghuni surga selain para bidadari. Konon bocah-bocah ini adalah mereka yang meninggal sebelum masuk masa taklîf (baligh).

Bi Akwâbin wa Abârîiqa wa Ka’sin Min Maʻîn

Membawa gelas, ceret dan cangkir dari khamr surga

Semua alat minum itu bersih dan indah. Ditambah lagi berisi khamr surga yang langsung diambilkan dari mata air khamr surga yang jernih. Sehingga tidak perlu memeras khamr sebagaimana khamr di dunia.

 Lâ Yushaddaʻûna ʻAnhâ wa Lâ Yunzifûn

Mereka tidak pusing dan tidak teler karena minum khamr surga

Akal mereka tidak akan hilang sebab meminum khamr surga. Yang ada hanya kenikmatan demi kenikmatan.

Wa Fâkihatin Mimmâ Yatakhayyarûn

Buah-buahan tersedia sesuai pilihan mereka

Bocah-bocah pelayan surga juga membawa buah-buahan yang diinginkan oleh mereka. Allah swt sengaja menyebut buah-buahan terlebih dahulu ketimbang daging karena memakan buah-buahan lebih mudah untuk dicerna dan baik untuk kesehatan sehingga dapat membangkitkan selera makan makanan yang lebih berat seperti daging.

Wa Lahmin Thairin Mimmâ Yasytahûn

Daging burung pun ada sesuai selera mereka

Berbagai macam daging burung, dan binatang unggas sesuai selera masing-masing siap untuk disantap. Konon daging burung adalah daging yang paling baik ketimbang macam-macam daging lainnya.

Wa Hûrun ʻÎn

Bidadari-bidadari yang matanya indah juga siap

Bidadari yang kulitnya putih bersih dan matanya yang sangat indah membuat penghuni surga semakin nyaman.

Ka Amtsâlil Lu’lu’il Maknûn

Ibarat mutiara terpendam

Kecantikan mereka ibarat mutiara terpendam yang belum pernah tersentuh oleh siapapun.

Jazâan Bimâ Kânû Yaʻmalûn

Itu semua sebagai balasan amal mereka

Keindahan itu semua sejalan dengan amal saleh mereka yang bagus dan indah pula di dunia.

Lâ Yasmaʻûn Fîhâ Laghwan wa Lâ Ta’tsîmâ

Di sana mereka tidak mendengar ungkapan keji maupun ucapan berdosa

Tidak ada yang buruk di surga. Ucapan kotor pun tidak terdengar di sana. Apalagi caci maki atau omongan yang berdosa.

Illâ Qîlan Salâman Salâmâ

Yang ada hanya suara yang menyeru keselamatan; salam, salam.

Kedamaian dan keselamatan meliputi penghuni surga karena yang ada hanya ucapan yang santun nan indah. (Ali Fitriana Rahmat)

Leave a Comment

Related Post