BNPT Tegaskan Peran Kedaulatan Digital untuk Lawan Radikalisasi Online

Harakatuna

17/11/2024

2
Min Read
Jambi – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Subdit Bina Masyarakat, Direktorat Deradikalisasi terus melakukan program penguatan rasa nasionalisme kepada para mitra deradikalisasi atau eks narapidana terorisme (napiter). Ada empat poin penguatan nasionalisme itu adalah komitmen kebangsaan, toleransi terhadap keberagaman, menghargai budaya dan kearifan lokal, serta menjaga perdamaian. “Pancasila bukanlah Agama dan Pancasila tidak untuk menggantikan Agama. Tetapi Pancasila adalah dasar, Pancasila adalah ideologi yang mempersatukan bangsa yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa dan budaya” ungkap DIrektur Deradikalisasi BNPT Brigjen Pol R. Ahmad Nurwakhid, S.E., M.M., saat silaturahmi BNPT bersama Mitra Deradikalisasi di Jambi, Kamis (2/3/2023). Kegiatan ini dihadiri oleh 16 Mitra Deradikalisasi beserta keluarga yang berasal dari Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Batanghari, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Selain Mitra Deradikalisasi, juga hadir aparat hukum wilayah dan unsur Pemerintah Daerah Jambi, di antaranya Kabinda Provinsi Jambi, Wakil Direktur Intelkam Polda Jambi, serta jajaran dari Korem 042/Garuda Putih, BAIS Jambi, Bakesbangpol Provinsi Jambi, Polresta Jambi, dan Kodim 0415/Jambi. Nurwakhid juga mengajak para mitra deradikalisasi agar benar-benar memahami konteks Hukum Allah yang dulu dijadikan pegangan saat terlibat kasus terorisme. Ia menjelaskan bahwa Hukum Allah adalah hukum untuk kemaslahatan dan hukum yang melarang kemudlaratan.Artinya adalah hukum yang memuat semua perintah Allah dan semua larangan Allah. Hukum-hukum yang melarang kemudlaratan dan menyuruh melakukan kemaslahatan “Ketika teman-teman dulu menganggap negara ini sebagai negara kufar atau kafir karena belum berhukum Allah, pertanyaaan saya, larangan Allah mana yang tidak dilarang di Indonesia? Perintah Allah yang mana yang tidak dibolehkan negara Indonesia?” tanya Nurwakhid. Ia menegaskan bahwa suatu negara jelas harus sesuai Syariat Allah. Dan Indonesia sudah menerapkan syariat tersebut. Contohnya seperti istilah dalam Bahasa Jawa, molimo atau 5 M yaitu main, mendem, madon, madat, dan maling. Semua 5M itu dilarang tegas di Indonesia. “5M itu dilarang di Indonesia karena agama melarang, berzinah dilarang karena agama juga melarang.mencuri, korupsi dilarang karena agama melarang, Narkoba dilarang. Semua yang dilarang Allah dilarang di negara ini,” tukasnya. Artinya, ungkap Nurwakhid, bahwa bangsa Indonesia sejatinya sudah sesuai dengan syariat Alllah. Kalau pun masih ada yang melanggar atau salah tentu sama-sama harus diperbaiki. Tapi dengan cara yang benar dengan amar ma’ruf nahi munkar Selain itu, Direktur Deradikalisasi BNPT juga memberikan pesan kepada para Mitra Deradikalisasi untuk meningkatkan toleransi di tengah keberagaman yang ada di Indonesia, khususnya di Jambi. “Perbedaan adalah sunatullah dan berdasarkan kehendak Allah. Maka kita harus menghormati perbedaan. Karena intoleransi sejatinya menuju kesombongan yang bisa membawa kita ke kekafiran,” kata Nurwakhid. Sementara itu, Kabinda Jambi, Brigjen Pol Drs Irawan David Syah, S.H., M.H., berharap kegiatan ini dapat membawa manfaat dan meningkatkan rasa cinta tanah air seperti yang disampaikan oleh Direktur Deradikalisasi BNPT>. “Hari ini kita betul-betul mendapatkan pelajaran luar biasa dari Direktur Deradikalisasi yang memberi pengkayaan ilmu. Saya berharap lewat pertemuan ini, menjadi renungan yang berharga buat kita, supaya kita berkomitmen untuk benar-benar mencintai negara kita, NKRI,” ucap Irawan.

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) semakin menegaskan pentingnya melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam melawan radikalisasi, terutama yang terjadi di dunia digital. Direktur Deradikalisasi BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid, S.E.,M.M., menyebutkan bahwa media sosial dan gadget yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, adalah alat kelompok radikal untuk menyebarkan ideologi ekstrem.

“Handphone kita atau gadget kita kan borderless, tanpa batas. Medsos dan lain sebagainya itu adalah perangkat yang sangat potensial dan selama ini digunakan oleh kelompok radikal terorisme untuk meradikalisasi umat atau masyarakat,” kata Ahmad Nurwakhid Dalam talkshow TVRI pada Kamis (14/11).

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, BNPT terus memperkuat strategi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, media, pengusaha, akademisi, dan tokoh agama untuk menangkal penyebaran narasi kebencian di dunia maya. Ini penting karena kelompok radikal menggunakan saluran digital sebagai sarana infiltrasi ideologi yang dapat membahayakan keamanan nasional.

“Dalam konteks radikalisme kanan yang menunggangi agama ini adalah penceramah-penceramah agama. Beliau berpotensi menjadi pintu masuk, tapi juga pintu keluar. Kalau penceramahnya moderat, menyejukkan, melembutkan, mempersatukan, maka ini menjadi pintu keluar dari infiltrasi ideologi-ideologi radikal itu,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) K.H. Imam Pituduh (Gus Imam), mengingatkan pentingnya menjaga kedaulatan digital untuk mencegah penyebaran narasi kebencian. “Ormas-ormas Islam juga harus menjaga kedaulatan digital. Ini penting karena nilai-nilai dan narasi kebencian itu efektif untuk diinfiltrasi melalui kanal-kanal digital,” kata Gus Imam.

Dia menambahkan bahwa radikalisasi online, yang sering kali menyebar melalui pesan kebencian, berpotensi menimbulkan dampak besar meskipun ledakannya kecil. Karena itu, kewaspadaan terhadap ancaman ini menjadi hal yang sangat krusial. “Kalau kemudian ada pembiaran secara terstruktur ada ketidakwaspadaan kita maka otomatis inilah yang akan menjadi faktor penghancur utama. Ini yang disebut sebagai low explosive and high impact. Artinya ledakannya kecil tapi impact-nya besar. Itu yang wajib diwaspadai,” kata dia.

BNPT, dengan dukungan berbagai pihak, terus mengupayakan penanggulangan radikalisasi di dunia maya. Melalui kolaborasi dengan ormas, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat, BNPT berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kedamaian Indonesia, baik di dunia fisik maupun digital.

Leave a Comment

Related Post