Harakatuna.com. Jakarta – Pemerintah Provinsi Jakarta bersama dengan Detasemen Khusus 88 Anti-teror Kepolisian Negara Republik Indonesia selenggarakan diskusi kebangsaan dengan tema ‘Mengukuhkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Membangun Generasi yang Tangguh terhadap Ancaman Terorisme Guna Mewujudkan Pilkada Damai’. Acara yang dilaksanakan di Auditorium PTSP Lantai 2 Kantor Walikota Jakarta Pusat dihadiri oleh para perwakilan pengurus ormas sebanyak 150 ormas.
Tampak hadir Wakil Walikota Chaidir, M.Si. mewakili Walikota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, S.Sos., M.AP., serta Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.S. sebagai pemateri dalam acara tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktorat Pencegahan Densus 88 Kompol Agus Isnaini, M.Si., serta KBO Satbinmas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Wardi Jien, S.H., M.M., serta Ketua Umum Laskar Patriot Pembela Pancasila Apandi selaku Ketua Pelaksana acara tersebut.
Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.S., memberikan apresiasi yang luar biasa atas dilaksanakannya kegiatan tersebut. “Demi Pilkada damai, demi menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat melalui ketua ormas pemuda dan mahasiswa, serta demi menangkal maraknya paham radikalisme yang merusak pemikiran masyarakat, saya sangat senang bisa hadir di acara diskusi kebangsaan ini. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ucap Prof. Ermaya dalam paparannya.
Melalui forum tersebut, pihaknya berpesan agar ormas pemuda maupun organisasi mahasiswa terus tetap waspada terhadap segalam bentuk ancaman gerakan ideologi yang ingin menggantikan ideologi Pancasila dengan ideologi lain. Senada dengan Prof. Ermaya, Kompol Agus Isnaini memaparkan bahwa kelompok radikal biasanya mengusung jargon penggantian ideologi negara seperti yang terjadi di Irak, Libya dan beberapa negara gagal lainnya.
“Kita tidak boleh menutup mata, biasanya kelompok radikal menyerang isu-isu keadilan dan kesejahteraan. Dalam konteks Indonesia, kelompok radikal senantiasa menyerang ideologi Pancasila,” ucapnya
Pihaknya menegaskan bahwa kelompok radikal biasanya menjadikan isu keadilan dan kesejahteraan sebagai alat propaganda untuk memecahbelah bangsa. Hal serupa juga disampaikan oleh KBO Katbinmas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Wardi Jien, S.H., M.M. yang memaparkan terkait Pedoman Penanaman Nilai-nilai Pancasila (P2NP). Pihaknya menjelaskan bahwa Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara harus dipahami secara utuh dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Agar nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, menuturnya Pancasila penting untuk diajarkan kepada seluruh anak bangsa. “Saat ini perlu dibentuk mentor-mentor baru sebagai pengiat Pancasila di masyarakat. Pancasila sebagai landasan moral dan falsafah ideologi bernegara perlu dijadikan pedoman bersama oleh bangsa Indonesia,” ucapnya.
Wardi Jien juga berharap agar Pancasila dijadikan landasan hidup dalam berbangsa dan bernegara. “Kita perlu menjadikan Pancasila sebagai landasan hidup dalam berbangsa dan bernegara agar kita bisa saling bersinergi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagaimana harapan para pendiri negara ini. Pancasila perlu dipahami secara utuh dan menyeluruh karena lima sila dalam Pancasila saling memiliki keterkaitan satu sama lain,” jelasnya.







Leave a Comment