Menjaga Nilai Kepemimpinan Islam dalam Konteks Politik NKRI: Sebuah Telaah

Ro’iyal A’la Muzakki

15/10/2024

4
Min Read
Kepemimpinan Islam

On This Post

Harakatuna.com – Dalam kehidupan manusia, sering kali kita mengenal seorang pemimpin. Baik dalam keorganisasian, kepemerintahan, bahkan diri sendiri juga bisa dikatakan seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus memiliki sikap adil, berwawasan luas, berintegritas, bertanggung jawab, memiliki empati, dan komunikasi yang baik.

Pemimpin adalah seseorang yang mempunyai tanggung jawab besar dalam sebuah organisasi ataupun kehidupan bermasyarakat. Menjadi seorang pemimpin harus memiliki perilaku yang baik dalam berkehidupan sehingga dapat dijadikan teladan oleh anggotanya.

Hal ini bisa diimplementasikan oleh seorang pemimpin dalam menjalankan roda kepemimpinan, baik dalam organisasi maupun memimpin diri sendiri dalam pengambilan keputusan atas apa yang sedang dipikirkan. Berbicara organisasi, seorang pemimpin juga harus mampu menyelesaikan problematika yang sedang diterima. Karena keberhasilan organisasi dilihat dengan seberapa bisa seorang pemimpin menyelesaikan problematika yang ada.

Mahatma Gandhi berpendapat bahwasanya seorang pemimpin harus memimpin melalui teladan. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki integritas, ketulusan, dan kerendahan hati. Pemimpin juga harus jadi cerminan dari nilai-nilai yang dipegangnya.

Nelson Mandela juga berpandangan bahwa seorang pemimpin harus bersikap empati dan rekonsiliatif. Sedangkan Sun Tzu dalam bukunya The Art Of War menekankan seorang pemimpin harus memiliki strategi dan bijaksana dalam mengambil keputusan.

Seorang pemimpin harus tahu bagaimana konsep kepemimpinan yang harus dijalankan. Sebab, konsep kepemimpinan akan menjadi dasar seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya. Kepemimpinan merupakan proses untuk memengaruhi orang lain baik di dalam organisasi maupun di luar organisasi, untuk mencapai sebuah tujuan yang diinginkan dalam suatu situasi dan kondisi tertentu.

Dalam artian, pemimpin juga harus memperhatikan dan mengetahui apa saja yang terjadi di lapangan ketika ia sedang memimpin dan tidaklah lupa dengan pemberian motivasi kepada para anggota dan karyawannya supaya tetap semangat dalam menjalankan tugas atau pekerjaannya.

Selanjutnya dalam Islam juga memberikan pandangan untuk seorang pemimpin dalam menjalankan tugasnya. Konsep kepemimpinan dalam Islam memiliki dasar-dasar yang sangat kuat dan kokoh yang bukan saja dibangun dari nilai-nilai ajaran Islam. Hal itu telah dipraktikkan sejak berabad-abad yang lalu oleh Nabi Muhammad Saw., para sahabat dan al-khulafa’ al-rasyidin.

Bersumber dari Al-Qur’an dan sunah, berdinamika karena dipengaruhi oleh kondisi sosial, politik, dan budaya. Ketika di Madinah Nabi Muhammad Saw. mempunyai peran ganda, sebagai kepala pemerintahan sekaligus sebagai hakim yang merupakan manifestasi beliau sebagai Rasul utusan Allah. Syariat Islam menjadi dasar tata pemerintahan pada waktu itu, yang selanjutnya sistem khilafah Islam dipegang oleh seorang khalifah, termasuk di dalamnya yang dikenal sebagai al-khulafa al-rasyidin.

Masa khilafah Islam ini berakhir bersamaan dengan runtuhnya sistem kekhalifahan yang dihapus oleh Majelis Nasional Turki (1924 M) yang pada waktu itu dipegang oleh Mustafa Kemal Atatürk. Sebelumnya, ia juga telah meruntuhkan sistem Kesultanan Turki (1922 M).

Kepemimpinan dalam Islam sangat dibutuhkan mengingat Islam adalah agama yang Allah Swt. ciptakan sangat mulia, sehingga dalam Islam dibutuhkan pemimpin untuk umat manusia demi tercapainya tujuan bersama. Islam juga mengajarkan bahwa dalam memimpin hendaknya pemimpin memiliki kemampuan serta kecakapan ilmu pengetahuan, baik ilmu agama maupun ilmu dunia (Mujahidin, 2016).

Kepemimpinan juga disebutkan dalam QS. al-Baqarah [2]: 30, yang artinya, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, sungguh, Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui.”

Ayat tersebut menjelaskan bahwa al-khalifah (pemimpin) adalah pemegang wewenang atau kekuasaan Allah Swt. untuk mengemban amanah dan kepemimpinan di muka bumi. Para malaikat pernah menentang kekhalifahan manusia di muka bumi lalu Allah Swt. menjelaskan hanya dia yang mengetahui atas pengutusan pemimpin di muka bumi.

Kepemimpinan Islam juga memiliki peranan penting untuk mengetahui aspek-aspek yang perlu diperhatikan oleh pemimpin terutama bagi pemimpin Islam serta memimpin sesuai dengan apa yang Allah Swt. dan Rasulullah perintahkan, karena apa yang dilihat oleh para manusia khususnya umat Islam memengaruhi kesesuaian atas apa yang dipimpin oleh seorang pemimpin.

Dengan adanya konsep kepemimpinan yang sudah disajikan, baik kepemimpinan menurut Islam maupun yang lainnya, diharapkan seorang pemimpin mampu mengimplementasikanya. Hal itu agar tidak terjadi kepemimpinan yang mendiskriminasi anggotanya dan berbuat seenaknya sendiri tanpa memedulikan anggotanya. Pertanyaannya sekarang, apakah semua itu laik dikontekstualisasikan dengan transisi kepemimpinan NKRI pekan ini? Jawabannya: jelas.

Leave a Comment

Related Post