Najiskah Air Liur Yang Keluar Saat Tidur?

Ahmad Khalwani, M.Hum

11/10/2024

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com – Salah satu yang hal yang sering terjadi ketika tidur adalah keluarnya air liur. Dalam istilah orang Jawa peristiwa ini dinamakan ngiler. Islam sebagai agama yang kaffah juga membahas yang demikian, fenomena dalam kehidupan ini, Islam punya cara pandangannya terkait hukum fikihnya. Lantas bagaimana Islam memandang air liur yang keluar saat tidur? apakah statusnya najis?

Syaikh Khatib Syarbini, dalam kitabnya Mughni al-Muhtaj menjelaskan dengan detail mengenai hukum air liur yang keluar dari mulut saat tidur.

والبلغم الصاعد من المعدة نجس بخلاف النازل من الرأس أو من أقصى الحلق والصدر فإنه طاهر والماء السائل من النائم إن كان من المعدة كأن خرج منتنا بصفرة فنجس لا إن كان من غيرها أو شك في أنها منها أو لا فإنه طاهر 

Artinya: “Ingus yang naik dari perut (baca: pencernaan) dihukumi najis. Berbeda ketika ingus yang berasal dari kepala atau dari ujung tenggorokan maka ingus tersebut dihukumi suci. Sedangkan air liur yang mengalir dari mulut orang yang sedang tidur, ada perincian hukum soal ini. Jika berasal dari perut, seperti keluar dengan bau yang bacin dengan warna kuning maka dihukumi najis. Dan dihukumi tidak najis jika berasal dari selain perut. Sedangkan ketika ragu-ragu apakah air liur yang keluar berasal dari perut atau bukan, maka air liur tersebut dihukumi suci.” (Syaikh Khatib Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 1, hal. 79)

Dari keterangan ini menjadi cukup jelas bahwa hukum air liur yang keluar dari mulut saat tidur itu dibagi menjadi dua. 

Pertama air liur tersebut dihukumi suci apabila air liur tersebut keluar dari selain perut. Maksudnya air liur yang masih berada disekitar mulut dan tenggorokan. Kedua, Air liur yang keluar dari orang tidur dihukumi najis apabila keluar dari perut. Adapun ciri-ciri air liur yang keluar dari perut adalah bau yang bacin dengan warna kuning. Apabila seseorang ragu dalam menentukannya apakah keluar dari sekitar mulut atau perut maka dalam keadaan ini air liur dihukumi suci.

Setelah mengetahui hukum air liur orang tidur ini, maka ketika hendak melaksanakan shalat setelah bangun tidur. Maka diusahakan untuk membasuhnya sampai bersih dan suci. Wallahu A;alm Bishowab

Leave a Comment

Related Post