Berkata Baik, Indikator Utama Orang Beriman

Ahmad Khalwani, M.Hum

05/10/2024

2
Min Read
berkata baik

On This Post

Harakatuna.com – Sekarang ini berkata baik sudah menjadi barang yang cukup langka. Di era gempuran media sosial, mengucapkan hal baik ini perlahan luntur karena netizen cukup brutal ketika memberikan komentar. Berkata baik di era sekarang ini tidak hanya apa yang terucap melalui lisan tapi juga apa yang ditulis dan diketik melalui tangan. Perlu diketahui bahwa salah satu indikator utama orang beriman itu berkata baik.

Nabi Muhammad dalam sebuah hadisnya menerangkan bahwa salah satu indikator keimanan seseorang kepada Allah dan juga hari akhir adalah berkata baik. Apabila ia tidak mampu mengucapkan hal baik dan dalam benaknya hanya terucap kata kotor maka sebaiknya ia diam.

  مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَـصمُـتْ

Artinya: “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berbicara yang baik atau diam.” (HR Bukhari)

Orang-orang yang telah membiasakan diri untuk senantiasa berkata baik, maka janji Allah adalah akan diperbaiki amal ibadahnya serta diampuni dosa-dosanya. Singkatnya orang yang berkata baik akan senantiasa dibimbing oleh Allah untuk melakukan amal kebaikan.

  يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا   

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Dia (Allah) akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 70-71)

Tanda orang yang sudah memiliki kebiasan berkata baik adalah tanpa berpikir atau tidak segala yang diucapkan akan selalu baik dan membuat Allah ridha. Sedangkan orang yang terbiasa berkata kotor maka kebiasannya pun berkata kotor yang menjadikan Allah benci kepadanya.

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللّٰهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ

Artinya: “Sungguh seorang hamba akan mengucapkan sebuah kalimat yang diridhai Allah, suatu kalimat yang ia tidak mempedulikannya, namun dengannya Allah mengangkatnya beberapa derajat. Dan sungguh, seorang hamba akan mengucapkan sebuah kalimat yang dibenci oleh Allah, suatu kalimat yang ia tidak memperdulikannya, namun dengannya Allah melemparkannya ke dalam neraka.” (HR. Bukhari)   

Hadis ini mengingatkan kita bahwa kata-kata memiliki kekuatan yang sangat besar. Sebuah kata yang baik bisa membawa berkah, sementara kata-kata yang buruk dapat membawa malapetaka. Karena itu, kita harus senantiasa berusaha menjaga lisan dan perbuatan kita agar selalu dalam kebaikan.

Dari sini menjadi teramat jelas bahwa salah satu indikator keimanan seseorang adalah berkata baik. Berkata baik akan mengantarkan ia kepada melakukan amal-amal kebajikan, diampuni dosanya dan tentu akan diridhai oleh Allah. Wallahu A’lam Bishowab.

Leave a Comment

Related Post