Kemenag Jombang Ajak Masyarakat Kondusifkan Pilkada 2024

Harakatuna

30/09/2024

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Jombang – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengkondusifkan gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 mendatang.

Ajakan ini disampaikan saat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang (Kemenag Jombang) Muhajir hadir dan menjadi narasumber pada kegiatan Dialog Lintas Agama dalam rangka Menyongsong Pilkada Serentak 2024 Menuju Jombang Aman dan Kondusif di Klenteng Boo Hway Bio Mojoagung Jombang.

“Ada empat tantangan keamanan dan ketertiban umu di masa Pilkada, yaitu polarisasi politik, hoaks dan ujaran kebencian, provokasi dan kekerasan, kerusuhan dan gangguan keamanan. Kondisi tersebut dapat dicegah dengan moderasi beragama,” katanya, Minggu (29/9/2024).

Menurut Muhajir, moderasi beragama memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas sosial. Peran tersebut diantaranya toleransi dan kerukunan, penghindaran ekstremisme, penyelarasan politik dan agama, serta melepaskan stigma negatif. “Saya mengajak semua yang hadir di sini, mari kita ajak umat beragama kita masing-masing agar bisa menyelaraskan politik dan agama. Jangan sampai ada politisasi agama di Kabupaten Jombang,” ujarnya.

Muhajir juga memaparkan strategi yang bisa dilakukan Pemerintah Daerah dalam mengawal pilkada yang aman dan damai, yaitu melalui sosialisasi dan edukasi, pencegahan dan deteksi dini konflik, penegakan hukum yang tegas dan adil, serta menjembatani komunikasi antarpihak yang berkonflik melalui dialog dan mediasi.

“Selain hal tersebut, optimalisasi peran tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga kerukunan juga perlu dilakukan. Termasuk memberikan edukasi pemilih untuk berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab. Pilkada 2024 merupakan momentum penting bagi Jombang. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi prioritas utama, moderasi beragama menjadi kunci untuk menciptakan suasana damai dan kondusif selama proses pilkada,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Jombang, Munif Kusnan mengatakan FKUB berkewajiban menjaga kerukunan antara umat beragama termasuk intra umat beragama. Hal ini karena enam agama mengajarkan adanya kebersamaan, kerukunan, kasih sayang, dan berbagi satu sama lain.

“Hari ini FKUB merasa terpanggil karena memiliki kepekaan sosial dimana masyarakat Jombang pada 27 November 2024 nanti akan melaksanakan Pilkada. Maka FKUB mengumpulkan para tokoh agama dan ormas keagamaan mengajak bersama bagaimana menyongsong pemilihan kepala daerah dapat terlaksana dengan baik, kita utamakan kerukunan dan persatuan di Kabupaten Jombang,” katanya.

Leave a Comment

Related Post