Qanaah, Kunci Kebahagiaan Hidup Di Dunia

Ahmad Khalwani, M.Hum

29/09/2024

2
Min Read
Sikap qanaah

On This Post

Harakatuna.com – Tidak bisa dipungkiri, bahwa keinginan terbesar manusia hidup di dunia ini adalah menggapai kebahagiaan. Berapa banyak orang rela kerja banting tulang siang malam hanya demi satu tujuan yaitu kebahagiaan. Bagi sebagian ahli filsafat, sebenarnya kebahagiaan itu tidak terletak pada tujuan melainkan ada pada proses. Orang yang mencari kebahagiaan tidak akan pernah bahagia, tetapi menikmati proseslah yang akan membuat bahagia. Nabi Muhammad, sendiri menjelaskan bahwa kunci kebahagiaan itu terletak pada sikap qanaah.

Sifat qanaah adalah sifat menerima dan mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan. Rasulullah dalam sebuah hadisnya bersabda kebahagiaan dan keberuntungan puncak itu apabila seorang muslim yang diberikan rezeki kemudian ia mampu bersikap qanaah.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدِىَ إِلَى الإِسْلاَمِ وَرُزِقَ الْكَفَافَ وَقَنِعَ بِهِ 

Artinya: ”Sungguh bahagia orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rezeki yang cukup, dan qanaah (merasa cukup) dengan rezeki tersebut.” (HR. Ibnu Majah No. 4.138)

Dari hadis ini, kita bisa memperhatikan bahwa kunci kebahagiaan hidup itu ada pada sikap qanaah. Berapa pun banyak harta yang dimiliki, tidak akan pernah membuatnya bahagia selama belum ada qanaah di hatinya. Tanpa sikap menerima ini, orang justru akan gelisah dalam menghadapi hidup, karena yang dipikirkan hanya bagaimana cara hartanya bertambah.

Dalam sebuah hadis yang lain, Rasulullah menjelaskan bahwa apabila seseorang telah diberikan tiga hal dalam hidupnya, maka ia seakan-akan telah mendapat seluruh dunia dan seisinya.

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا 

Artinya: “Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi No. 2.346, Ibnu Majah No. 4.141)

Pemahaman bahwa seluruh dunia sudah terkumpul pada diri seseorang hanya bisa dicapai apabila seseorang tersebut memiliki sikap qanaah. Renungkan sejenak apabila 3 hal tersebut sudah ada pada diri seseorang, kata Nabi, ia seakan-akan telah memiliki dunia seluruhnya. Akan tetapi tanpa memiliki sikap qanaah apa yang diterangkan Nabi tersebut tidak akan pernah dirasakan.

Adapun cara agar sikap menerima ini bisa tumbuh dan selalu muncul dalam diri adalah selalu bersyukur. Jangan terlalu silau melihat ke atas dan tumbuhkan simpati ketika melihat kebawah.

« انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ ». قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ « عَلَيْكُمْ » 

Artinya: ”Lihatlah pada orang yang berada di bawah kalian dan janganlah perhatikan orang yang berada di atas kalian. Lebih pantas engkau berakhlak seperti itu sehingga engkau tidak meremehkan nikmat yang telah Allah anugerahkan. Abu Mu’awiyah menambahkan: padamu.” (HR. Ibnu Majah No. 4.138)

Walhasil, dari keterangan ini semua menjadi jelas, kunci kebahagiaan hidup itu ada pada sikap qnaah. Wallahu A’lam Bishowab.

Leave a Comment

Related Post