Begini Upaya Pencegahan Radikalisme di Sabang

Harakatuna

27/09/2024

2
Min Read
Begini Upaya Pencegahan Radikalisme di Sabang

On This Post

Harakatuna.com. Sabang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh mengadakan sosialisasi pencegahan terorisme dan ekstrimisme yang ditujukan khususnya kepada perempuan dan anak di Kota Sabang. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan perempuan dan anak-anak dalam upaya mencegah paham radikal dan terorisme.

Hal tersebut disampaikan oleh Suaib Tahir, Tenaga Ahli Direktorat Pencegahan BNPT RI. Ia menyebut tujuan utama dari sosialisasi ini adalah melibatkan perempuan dan anak-anak sebagai agen perdamaian di Aceh, khususnya dalam mencegah infiltrasi paham radikal. Ia menekankan bahwa kelompok radikalisme seringkali menjadikan perempuan dan anak sebagai target utama.

“Tujuan utama adalah bagaimana melibatkan kaum permepuan dan anak-anak untuk menjadi agen perdamaian di Aceh ini terutama dalam upaya mencegah infilitrasi paham paham radikal dan terorisme di kalangan ibu-ibu dan anak-anak, karena kedua hal ini menjadi target utama kelompok-kelompok radikalisme,” terangnya, Rabu (26/9/2024).

Selanjutnya, ia menilai pentingnya peran aktif perempuan dan anak-anak dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai. “Dengan meningkatkan kesadaran serta memberikan keterampilan kepada mereka, diharapkan dapat mengenali dan menanggulangi paham radikal,” tambahnya.

Di sisi lain, ia menerangkan, setelah kegiatan seperti ini, biasanya akan ada tindak lanjut untuk mengevaluasi efektivitasnya, misalnya melalui penelitian dan kegiatan lainnya.

Sementara itu, Ketua FKPT Aceh, Mukhlisuddin Ilyas, menjelaskan alasan memilih Sabang sebagai lokasi kegiatan ini. Ia menilai bahwa Sabang belum banyak mendapatkan perhatian dalam program pencegahan terorisme, berbeda dengan daerah lain seperti Aceh Besar, Banda Aceh dan Pidie. Ia berharap kegiatan ini dapat membantu menjadikan Sabang sebagai destinasi wisata yang harmonis dan aman, serta jauh dari pengaruh paham radikalisme.

“Kenapa memilih Sabang, saya pikir ini bagian daripada strategi kampanye untuk pencegahan radikalisme dan terorisme karena Sabang perlu kita jaga bersama supaya Sabang menajdi destinasi wisata yang harmoni dan tenteram yang jauh dari nuansa-nuansa yang saya sebutkan tadi,” tutupnya.

Leave a Comment

Related Post