Harakatuna.com – Setiap manusia yang hidup di dunia pasti memiliki ujian dan tekanan hidupnya masing-masing. Sudah menjadi sunnatullah bahwa ujian hidup akan senantiasa mengiringi perjalanan hidup manusia di dunia. Ujian hidup ini beragam dan bermacam, secara umum ujian hidup itu bisa diartikan kesusahan, kegagalan dan lain sebagainya, namun demikian makna ujian itu sangat luas. Dan yang perlu diketahui bersama bahwa ujian hidup itu akan menghapus dosa-dosa apabila dijalani dengan sabar.
Dalam kondisi lapang dan senang, sejatinya juga merupakan ujian, apakah dalam keadaan lapang ini, manusia masih bisa ingat Allah dengan menjalankan kebaikan. Atau dalam kondisi lapang, malah manusia alpa menjalankan ketaatan dan malah jatuh dalam kemaksiatan. Dan terkadang tidak sedikit manusia yang justru tidak lulus menjalani ujian berupa kesenangan.
Jika direnungi, dalam setiap keadaan manusia pasti memiliki ujiannya sendiri. Ujian ini sejatinya adalah cara Allah melihat kadar keimanan seseorang. Allah SWT berfirman, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS Al-Ankabut [29]: 2).
Orang yang mengaku beriman pasti akan diuji oleh Allah. Ujian dari Allah ini akan memperlihatkan kadar keimanan seseorang, apakah kuat, sedang atau malah lemah. Dan yang paling berbahaya keimanan hanya sebatas di lisan saja tanpa diikuti dalam hati dan perilaku.
Yang perlu menjadi pemahaman bersama adalah bahwa Allah menguji manusia itu pasti sudah sesuai kadar kemampuannya, mustahil Allah menguji hamba di luar kemampuannya.
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ
Artinya: “Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya.” (QS. Al-Baqoroh: 286)
Dalam sebuah hadisnya, Rasulullah bersabda apabila manusia menjalani ujian-ujian yang diterimanya di dunia dengan penuh kesabaran, maka ia kelak akan menghadap Allah dengan tanpa dosa. Itu artinya ujian yang dihadapi dengan kesabaran akan menghapus dosa.
مَايَزَالُ البَلاَءُ بِالمُؤْمِنِ وَالمُؤْمِنَةِ فِى نَفْسِهِ وَمَالِهِ وَوَلِدِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خُطِيْئَةٌ
Artinya: “Ujian yang tiada henti-hentinya menimpa kaum mukmin pria dan wanita, yang mengenai dirinya, hartanya, anaknya, tetapi ia tetap bersabar, ia akan menemui Allah dalam keadaan tiada berdosa”. (HR Turmudzi)
Walhasil jalani setiap ujian hidup yang menimpamu di dunia ini dengan penuh kesabaran, karena ujian hidup tersebut akan menghapus dosa-dosa. Wallahu A’lam Bishowab.








Leave a Comment