Harakatuna.com – Halo teman-teman sekalian? Apa kabar semuanya? Pasti baik-baik dong. Saya doakan semoga semuanya sehat-sehat aja ya. Kali ini saya akan membagikan sedikit info kepada teman-teman semuanya bahwa menulis itu sebenarnya tidak membosankan alias menyenangkan. Masa sih? Yuk kita simak infonya.
Teman-teman pasti pernah merasa bosan atau jenuh untuk menulis, kenapa? Yah mungkin saja kita harus meluruskan dulu niat kita atau tujuan kita dari awal menulis itu untuk apa sih sebenarnya? Jadi meskipun menulis ini dianggap sebagai kegiatan yang membosankan dan tidak menyenangkan, sebenarnya para penulis memiliki tips dan trik mereka sendiri untuk mengatasi hal tersebut loh.
Secara umum menulis adalah menuangkan gagasan, ide dan pendapat dalam sebuah tulisan. Proses menulis memberikan kepuasan tersendiri bagi para penulis karena tulisan merupakan alat komunikasi yang berharga bagi mereka.
Menulis merupakan hal yang menyenangkan karena dengan menulis sesorang dapat menuangkan seluruh ide, gagasan dan daya kreativitasnya lewat sebuah tulisan. Namun, di era digital seperti sekarang ini banyak orang yang menganggap bahwa menulis itu hal yang membosankan. Nah inilah beberapa penyebab dan cara mengatasinya.
Menulis dengan Hati
Tahukah kalian, kalau menulis dengan hati akan lebih menyenangkan. Karena menulis bukanlah sebuah paksaan, melainkan karena kerelaan hati yang benar-benar tulus sehingga akan terasa lebih ringan tanpa beban.
Menulis adalah proses yang panjang sehingga saat ada rasa bosan, maka kuasailah kebosanan itu dengan hal-hal yang menyenangkan bagi kalian sehingga menulis menjadi lebih menyenangkan. Hadirkan energi positif kita saat menulis, teman-teman bisa mengawalinya dengan hal-hal positif yang biasa teman-teman lakukan, misalnya nih teman-teman suka banget mendengarkan lagu-lagu klasik.
Nah, mungkin beberapa orang merasa bahwa lagu-lagu klasik itu membuat kita menjadi ngantuk atau malah membuat malas, namun di balik itu semua ada hal-hal positif yang kita dapat dari mendengarkan lagu tersebut, misalnya pikiran jadi rileks, hati jadi tenang, dll.
Terbukti bahwa menulis dari hati bukanlah hal yang dapat kita buat-buat namun lahir secara alamiah dan tanpa kita sadari kita sudah membagikan informasi yang penting bagi orang lain, meskipun terkadang kita sendiri kurang menyukainya.
Takut Akan Hasil Tulisan yang Tidak Sesuai Harapan
Semua pekerjaan ada resikonya, tak terkecuali menulis. Menulis juga ada tahapannya, sama halnya ketika berjalan menaiki tangga maka harus melewati tangga demi tangga.
Berharap hasil yang terbaik tanpa mengalami kegagalan sama saja berharap untuk menempati matahari. Jangan takut untuk dikritik karena kritikan itu yang akan menjadikan tulisan kita jadi lebih baik dari sebelumnya.
Jadi, tetap saja menulis meskipun terkadang hal-hal tersebut adalah hal-hal yang tidak kita sukai sama sekali. Bagi kita mungkin itu manfaatnya sangat kecil, namun ketika orang lain membutuhkan hal-hal yang mereka dapatkan dari tulisan kita, maka semua itu sangat berharga bagi dirinya.
So, teruslah menulis ya meskipun diri kita sendiri yang jadi pembacanya. Itu sih moto buat diriku sendiri, hehehehehe.
Merasa Tidak Berbakat Menulis
Kata merasa merupakan musuh terbesar bagi kita saat akan menulis. Perlu kalian ketahui, penulis hebat sekalipun berasal dari kalimat tidak berbakat. Menulis pada dasarnya dapat kita gali dari bakat yang mungkin saja terpendam atau bahkan kita belum menyadarinya.
Misalnya awalnya kita nih sering menulis quotes sederhana, eh ternyata ada dari beberapa teman atau mungkin orang di sekitar kita saat membaca quotes yang kita share lewat medsos ternyata jadi motivasi buat orang lain atau bahkan jadi penyemangat bagi mereka.
Padahal, quotes yang kita tuliskan itu adalah berdasarkan apa yang kita alami dan rasakan. Jadi stop atau buang jauh-jauh kata merasa itu, yang terpenting adalah mencoba untuk menulis daripada tidak sama sekali.
Malu Saat Tulisan Dibaca Orang Lain
Kita harus yakin bahwa tidak ada tulisan yang jelek atau salah sepanjang tulisan itu tidak mengandung unsur negatif. Kurangnya percaya diri dan niat dari hati membuat kita malu saat tulisan kita dibaca orang lain. Kesadaran akan diri kita sebagai makhluk sosial perlu kita tanamkan dalam diri kita sendiri. Kita membutuhkan orang lain untuk hidup dan berinteraksi, jadi tidak perlu takut atau malu untuk menulis tulisan kita sendiri.
Dalam menulis, kita tidak perlu terburu-buru dalam menuangkan ide apalagi terpaksa. Karena tulisan yang terpaksa itu adalah tulisan seadanya, sehingga kita merasa malu saat tulisan kita dibaca orang lain.
Tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai kita tuliskan namun saling berkesinambungan antara satu dengan lainnya. Kurangnya pemahaman dan wawasan membuat seseorang sulit dalam menuangkan tulisan.
Jadi teman-teman, gimana nih menurut kalian? Menulis itu menyenangkan, bukan? Coba yuk.







Leave a Comment