Perayaan Maulid Nabi: Wasilah Kebaikan dan Refleksi Pentingnya Kepemimpinan Ideal

Agus Wedi

12/09/2024

3
Min Read
Perayaan Maulid Nabi

On This Post

Harakatuna.com – Setiap Rabiulawal akan diselenggarakan perayaan maulid Nabi Muhammad Saw. di berbagai tempat di seluruh dunia dan termasuk di Indonesia. Peringatan maulid Nabi sudah menjadi acara rutin dan berharga yang dilaksanakan oleh kaum Muslimin di Indonesia sejak zaman dulu. Perayaan tersebut bagi seorang Muslim tiada lain untuk mengingat, mengahayati, dan memuliakan kelahiran Rasulullah.

Ada sekian banyak kisah dan sejarah tentang asal mula perayaan maulid Nabi. Misalnya ada yang menyebut pelopor pertama kegiatan maulid adalah al-Mudzhaffar Abu Sa’id, seorang raja di daerah Irbil, Baghdad. Di Indonesia ada yang menyebut dipelopori oleh salah satu Walisongo dan keturunan sayid. Namun demikian, perayaan maulid Nabi bagi Muslim Indonesia sangat penting karena beberapa hal.

Pentingnya Maulid Nabi

Pertama, perayaan maulid Nabi menjadi pengingat dan rasa kecintaan terhadap Nabi. Nabi Muhammad sebagai Rasul telah membebaskan umatnya dari jerat dunia dan budaya yang hitam. Kini umatnya saatnya mengingat perjuangan Nabi serta mendoakan sebagai bagian belas kasih dan bukti kecintaan kepadanya.

Kedua, perayaan maulid Nabi menjadi pengaman sosial. Secara antropologis, setiap masyarakat yang berkumpul atas nama cinta dan tanpa mengharapkan balas budi adalah komunitas sosial yang bisa mengamankan interaksi sosial kemasyarakatan. Perayaan maulid Nabi menunjukkan ini. Maulid Nabi saat dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan dengan berkumpul di suatu tempat hanya untuk satu tujuan, yakni mereka bersama-sama membaca ayat-ayat Al-Qur’an, membaca sejarah ringkas kehidupan dan perjuangan Nabi, melantuntan shalawat dan syair-syair kepada Rasulullah, serta amalan lainnya.

Ketiga, perayaan maulid Nabi sebagai wasilah berbuat kebaikan. Proses perayaan maulid Nabi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti mengadakan majelis taklim, bersedekah, dan lainnya. Hal ini bisa jadi jalan terang untuk melakukan kebaikan-kebaikan dan meningkatkan tali persaudaraan dengan umat Islam.

Bagi saya, peringatan maulid Nabi seperti gambaran di atas adalah menjadi perekat dan penjalinan hubungan sesama Muslim untuk saling hormat dan saling kenal. Siapa tahu, di antara mereka ada masalah satu sama lain, ada sengketa, ada permusuhan, kendati dengan bersama-sama berkumpul merayakan maulid Nabi menjadi akur dan menemukan titik temu. Setidaknya saling bersapa.

Pentingnya Kepemimpinan Ideal

Maulid Nabi adalah bid’ah hasanah. Ada sekian banyak orang mengatakan peringatan maulid Nabi tidak haram tetapi malah dianjurkan. Sebab, peringatan maulid Nabi isinya adalah ibadah-ibadah yang telah diatur dalam Al-Qur’an maupun hadis, karena itulah banyak ulama yang mengatakan bahwa perayaan maulid Nabi adalah bid’ah hasanah dan pelakunya mendapatkan pahala.

Setidaknya, perayaan maulid Nabi bisa menjadi salah satu cara untuk kita bersyukur kepada Allah atas rahmat yang dilimpahkan-Nya, sebagaimana yang tertuang dalam surat Yunus ayat 58. Tertulis Allah memerintahkan agar kita bergembira dan bersyukur atas nikmat yang kita terima, salah satunya yaitu dapat menikmati agama Islam yang telah diperjuangkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Di sisi lain perayaan maulid Nabi bisa menjadi wadah pengenalan tentang esensi ajaran Islam yang toleran kepada masyarakat. Dari paparan di atas, maulid Nabi bisa juga sebagai bahan refleksi tentang pentingnya arti kepemimpinan umat Islam. Diangkatnya Rasulullah memimpin membawa umat manusia pada model kehidupan yang ideal dan didambakan setiap zaman.

Nabi Muhammad pemimpin berintegritas dan berhasil membuktikan integritas fundamentalnya kepada umat Islam, termasuk umat agama lainnya. Tidak ada kezaliman, yang ada hanyalah kemaslahatan. Dan itulah mengapa perayaan maulid Nabi penting dirayakan!

Leave a Comment

Related Post