Harakatuna.com – Dari berbagai momen kehidupan yang dijalani seseorang, ada kemungkinan perasaan yang cukup membahagiakan adalah ketika dilantik menjadi penguasa, dilantik jadi pejabat atau naik jabatannya dalam bekerja. Tentu, ketika dilantik jadi pejabat, kesejahteraannya akan naik, namun demikian tugas dan tanggung jawabnya tentu akan bertambah pula. Seorang yang menjadi pejabat tentu harus memiliki keadilan, menjaga amanah dan yang cukup penting adalah kebijaksanaannya dalam mengambil kebijakan. Saat dilantik menjadi pejabat, alangkah lebih baiknya membaca doa Nabi Yusuf yang diabadikan dalam Al-Quran berikut ini
Nabi Yusuf ketika dilantik menjadi penguasa Mesir memanjatkan sebuah doa. Dan doa ini diabadikan dalam Al-Quran. Adapun redaksi doanya sebagai berikut
رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Rabbi qad aataitanii minal mulki wa allamtanii min ta’wilil ahaadiits, faathiras samaawaati wal ardhi anta waliyyii fiddunyaa wal aakhirah, tawaffani musliman wa alhiqnii bish-shaalihin
Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. (QS. Yusuf; 101).
Semoga dengan membaca doa ini, kita semua ketika dilantik jadi pejabat, pimpinan, penguasa bisa menjadi pimpinan yang adil dan amanah. Karena sebagaimana hadis Nabi Muhammad hanya pejabat dan pemimpin yang adil yang berhak mendapatkan perlindungan dan naungan Allah
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ متفق عليه
Artinya, “Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad SAW, ia bersabda, ‘Ada tujuh kelompok orang yang dinaungi oleh Allah pada hari tiada naungan selain naungan-Nya, yaitu pemimpin yang adil, …”
Demikianlah doa ketika dilantik menjadi penguasa sesuai yang diajarkan Nabi Yusuf AS. Wallahu A’lam Bishowab.







Leave a Comment