Harakatuna.com – Secara naluriah, keingian itu otomatis terinstal didalam tubuh manusia. Setiap manusia pasti mempunyai keinginan walaupun keinginannya itu untuk tidak memiliki keinginan. Dalam Agama Islam, ketika seseorang itu memiliki keinginan dan harapan, entah itu kepada manusia maupun kepada Allah entah itu urusan dunia maupun akhirat sangat dianjurkan untuk melaksanakan shalat hajat.
Nabi Muhammad dalam sebuah hadisnya menganjurkan umat Islam yang sedang memiliki hajat untuk bisa melaksanakan shalat hajat.
مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللَّهِ حَاجَةٌ، أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ، ثُمَّ لِيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ لِيُثْنِ عَلَى اللَّهِ، وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ لِيَقُلْ:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الحَلِيمُ الكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيمِ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Artinya: “Barangsiapa yang memiliki hajat kepada Allah atau kepada salah satu dari anak Adam, maka hendaklah ia berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat, lalu memuji Allah, berselawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian mengucapkan, “Lailaha Illallahul Halimul Karim. Subhanallahi Rabbil ‘arsyil ‘adzhim. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. As’aluka Mujibati Rahmatik, Wa ‘aza’ima Maghfiratik, Wal Ghanimata Min Kulli Birrin, Wasalamata Min Kulli Itsmin. Latada’ Liy Dzanban Illa Ghafartah, Walahamman Illa Farrajtah, Walahajatan Hiya Laka Ridhan Illa Qadhaitaha Ya Arhamar Rahimin”
“Tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia, Maha Suci Allah, Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mewajibkan rahmat-Mu, dan keteguhan untuk mendapatkan ampunan-Mu, serta keberhasilan dalam setiap kebaikan dan keselamatan dari setiap dosa. Janganlah Engkau biarkan bagiku satu dosa pun melainkan Engkau mengampuninya. Tidak ada kesulitan, kecuali Engkau berikan jalan keluarnya. Dan tidak ada hajat yang Engkau ridhai, kecuali Engkau penuhi, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.” (HR. Tirmidzi)
Dari hadis ini menjadi amat jelas, seseorang yang sedang memiliki hajat kepada Allah maupun manusia untuk melaksanakan shalat hajat. Adapun tata caranya sebagai berikut
Pertama membaca niat shalat hajat dua rakaat
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT.”
Kedua, melakukan shalat sunah seperti yang biasa dilakukan
Ketiga, membaca doa yang dianjurkan Rasulullah yaitu
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الحَلِيمُ الكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيمِ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Semoga dengan melakukan shalat hajat, segala keinginan dan pengharapan segera terlaksana, Amin.







Leave a Comment