Upaya Mendorong Pemerintah dalam Pencegahan Radikalisme bagi Masyarakat

Muallifah

03/09/2024

3
Min Read

On This Post

Harakatuna.com – Beberapa waktu lalu, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengadakan sebuah kegiatan dengan tajuk Camping Ceria Bersama Anak Yatim. Kegiatan tersebut juga mengajak orang untuk ikut berdonasi melalui rekening BWA yang bertujuan untuk memberikan akomodasi, seperti makanan, cinderamata untuk adik-adik yatim pada kegiatan tersebut. Sangat menarik memang kalau dilihat dari tajuk kegiatan yang diusung oleh BWA. Kegiatan ini memberikan warna baru bagi sebagian masyarakat. Sebab acara untuk anak yatim selama ini biasanya bernuansa santunan, ataupun kegiatan workshop sebagai eduwisata bagi anak.

Jika dilihat dari latar belakang pendirian BWA, lembaga ini merupakan salah satu filantropi yang didirikan oleh aktivis HTI, Heru Binawan, yang di masa silam merupakan ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia. Jejak petualangan hidupnya untuk mendirikan negara khilafah di Indonesia, masih terekam jelas bahwa dirinya adalah salah satu pimpinan HTI yang bersuara lantang untuk mendirikan khilafah di Indonesia. Apakah BWA merupakan perwujudan HTI dalam bentuk lain? Bisa jadi.

Sama seperti kehadiran Muslimahnews.net yang merupakan media propaganda untuk menyuarakan penegakan khilafah setelah HTI dibubarkan, BWA bisa menjadi lembaga filantropi yang secara tidak langsung menyebarkan ideologi HTI untuk menegakkan khilafah di Indonesia. Jika terdapat berbagai kegiatan yang sangat menarik untuk mendapatkan simpati masyarakat, maka itu bisa dikatakan sebagai salah satu strategi agar BWA memiliki banyak donatur yang loyal, sehingga visi besarnya bisa diterima oleh masyarakat.

Program yang baik dengan sasaran yang tepat, merupakan salah satu kunci untuk menarik simpati masyarakat. Sejauh ini, BWA memiliki modal tersebut. Sasaran kegiatan yang bertujuan untuk memajukan kesejahteraan, kemakmuran, dan membantu masyarakat kalangan menengah ke bawah, merupakan program paling ampuh yang bisa diberikan kepada masyarakat untuk memperkenalkan sesuatu, termasuk ideologi khilafah yang dibawa oleh BWA. Seyogyanya, jika kita menjadikan strategi yang dilakukan oleh BWA ini sebagai ancaman, maka strategi serupa perlu dijalankan oleh kita, baik pemerintah ataupun masyarakat sipil agar melakukan program dengan strategi serupa.

Mendorong Pemerintah untuk Mendukung Masyarakat Sipil

Sejauh ini program pemerintah dalam proses menciptakan kesejahteraan, kemakmuran yang berupa bantuan kepada masyarakat, menimbulkan berbagai polemik. Sekalipun ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), pemerintah perlu terus menggandeng masyarakat sipil dalam upaya pemerataan bantuan kepada masyarakat, agar bisa dikemas dengan ciamik dan menyenangkan. Mengapa hal ini penting?

Selain sasaran yang tepat, branding yang bagus untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah sangat penting. Hal ini karena, lembaga-lembaga perwujudan HTI, akan melakukan propaganda untuk menyebarkan narasi kebencian, yang menyudutkan pemerintah. Mereka akan senantiasa melakukan berbagai cara masyarakat tidak memiliki kepercayaan terhadap pemerintah melalui narasi kegagalan menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan terhadap masyarakat. Para aktivis HTI selalu memiliki alasan rasional sebagai upaya cocokologi bahwa, pemerintah belum bisa melaksanakan tugasnya. Sehingga dari alasan tersebut, mereka mengajak semua masyarakat untuk mendukung penegakan khilafah di Indonesia.

Alasan di atas, merupakan salah satu fakta bahwa kita sebagai masyarakat sipil perlu terus bekerja sama dengan pemerintah, untuk terus mendorong dalam pelaksanaan program yang tepat sasaran dengan branding yang menarik. Pemerintah tidak bisa melakukan hal itu sendirian, maka kita sebagai masyarakat sipil perlu mendorong pemerintah untuk melakukan pencegahan penyebaran radikalisme, melalui program-program yang bisa dilaksanakan oleh masyarakat sipil. Jika sinergisitas antara pemerintah dan masyarakat sipil terus ditingkatkan, maka upaya pencegahan radikalisme bagi masyarakat bisa berjalan dengan maksimal. Wallahu A’lam.

Leave a Comment

Related Post