Harakatuna.com. Karachi – Sedikitnya 74 orang, termasuk 21 teroris dan 14 personel keamanan, tewas dalam serangkaian bentrokan dan serangan yang berlangsung selama beberapa jam di barat daya dan barat laut Pakistan.
Menurut laporan pejabat dan media lokal, seperti yang dilaporkan Antara mengutip Anadoku pada Selasa (27/8), kelompok teroris melancarkan serangan terkoordinasi terhadap tentara di distrik Musakhel, Qalat, dan Lasbela. Serangan ini mengakibatkan tewasnya 21 militan dan 10 pasukan paramiliter, serta empat personel lembaga penegak hukum lainnya, seperti yang disampaikan oleh pihak militer.
Selain itu, para militan diduga membunuh 23 penumpang di provinsi Balochistan barat daya pada Senin pagi setelah memaksa mereka turun dari kendaraan di sebuah jalan tol. Aksi ini adalah bagian dari serangkaian serangan teroris di provinsi tersebut. Di dekat distrik Musakhel, militan bersenjata berat memblokir jalan utama, menghentikan beberapa kendaraan, dan menurunkan penumpang sebelum menembaki mereka. Kepala Menteri Balochistan, Sarfraz Bugti, mengonfirmasi insiden ini dan menyatakan bahwa para teroris menargetkan orang-orang “tak bersalah,” berjanji bahwa mereka dan “fasilitator” mereka akan diadili.
Polisi melaporkan bahwa penyerang membakar setidaknya 10 kendaraan sebelum melarikan diri. Stasiun televisi lokal Geo News menayangkan rekaman kendaraan yang terbakar di sepanjang jalan. Juru bicara pemerintah Balochistan, Shahid Rind, menyatakan bahwa para teroris memeriksa bus dan truk serta identitas penumpang sebelum membunuh mereka. Korban tewas berasal dari bagian timur laut provinsi Punjab.
Dalam bentrokan semalam antara militan dan polisi di Jalan Raya Nasional di distrik Qalat, lima orang tewas. Selain itu, polisi menemukan empat jenazah dengan luka tembak di pegunungan distrik Bolan. Penyerang bersenjata juga menyerbu dan menguasai sebuah kantor polisi di distrik Mastung selama beberapa jam, membakar dokumen dan kendaraan yang ada di dalamnya. Meskipun polisi berhasil merebut kembali kantor polisi tersebut, jenazah seorang pria tak dikenal ditemukan di luar kantor.
Ledakan bom di distrik Bolan menghancurkan jembatan kereta api utama, menewaskan dua orang dan menghentikan lalu lintas kereta api antara Balochistan dan provinsi lainnya. Tentara Pembebasan Balochistan, kelompok separatis terlarang, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Di provinsi Khyber Pakhtunkhwa di barat laut, setidaknya empat orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam ledakan bom yang dikendalikan dari jarak jauh di kota Rizmak, distrik suku Waziristan Utara, yang berbatasan dengan Afghanistan. Pakistan telah mengalami peningkatan serangan teror dalam beberapa tahun terakhir, terutama di provinsi Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan. Balochistan, provinsi terbesar namun termiskin di Pakistan, kaya akan mineral dan merupakan rute penting untuk proyek Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC), yang bertujuan menghubungkan provinsi Xinjiang di China dengan pelabuhan Gwadar di Balochistan melalui jaringan jalan, rel kereta api, dan pipa untuk transportasi kargo, minyak, dan gas.








Leave a Comment