Harakatuna.com. Berlin – Polisi Jerman pada Sabtu (24/8), menangkap tersangka di balik penusukan di sebuah festival lokal yang menewaskan tiga orang. Dilansir AFP, Minggu (25/8/2024), serangan tersebut diklaim oleh kelompok yang mengatasnamakan ‘Negara Islam’ (IS/ISIS).
Mereka yang tewas adalah pria berusia 56 dan 67 tahun, serta seorang wanita berusia 56 tahun. Serangan itu terjadi saat ribuan orang berkumpul untuk malam pertama “Festival Keragaman”.
Festival itu merupakan bagian dari serangkaian acara untuk menandai hari ulang tahun Solingen ke-650. Penyerang melarikan diri setelah menyerang di kota Solingen bagian barat pada Jumat (23/8) malam, memicu perburuan seharian.
Menteri Dalam Negeri negara bagian Rhine-Westfalen Utara, Herbert Reul menambahkan, polisi memiliki bukti untuk menghukumnya.
“Kami baru saja menangkap tersangka sebenarnya… Pria yang kami cari sepanjang hari, sejak beberapa waktu lalu, telah (ditaruh) dalam tahanan,” kata Reul di televisi publik, Sabtu malam.
Dalam sebuah pernyataan di Telegram, kelompok propaganda IS/ISIS, Amaq, mengonfirmasi pelakunya adalah anggota kelompok IS/ISIS. AFP melaporkan, klaim tersebut belum diverifikasi, dan pejabat Jerman mengatakan ‘motif terorisme tidak dapat dikesampingkan’.
“Pelaku serangan terhadap pertemuan umat Kristen di kota Solingen di Jerman kemarin adalah seorang prajurit Negara Islam,” kata kelompok tersebut.
IS/ISIS mengatakan serangan itu sebagai ‘balas dendam’ untuk perlakuan pada umat Islam di Palestina dan di mana pun. Alasan itu tampaknya merujuk pada perang antara Israel dengan organisasi Palestina, Hamas di Jalur Gaza, Palestina.
Menurut media Jerman Bild dan Der Spiegel, tersangka adalah seorang warga Suriah berusia 26 tahun. Ia tiba di Jerman pada bulan Desember 2022 dan telah diberikan status imigrasi terlindungi.
Status tersebut sering diberikan kepada mereka yang melarikan diri dari negara yang dilanda perang tersebut. Sebelumnya, kata media tersebut, tersangka tidak dikenal oleh dinas keamanan sebagai seorang ekstremis.
Sebelumnya, jaksa penuntut Duesseldorf, Markus Caspers mengatakan seorang remaja 15 tahun ditangkap, namun diduga tidak melakukan tindakan kriminal. Para saksi diduga melihat remaja tersebut mendiskusikan serangan tersebut, tepat sebelum serangan itu terjadi.
Caspers menyebut, ia tampak berdiskusi dengan seorang pria yang mungkin merupakan pembunuhnya di sebelah barat Solingen.
Empat orang terluka dalam serangan itu dan berada dalam kondisi serius, kata para pejabat. Hal ini merevisi angka korban luka sebelumnya, yakni lima orang.
Sementara, Kanselir Jerman, Olaf Scholz mengatakan pelaku harus segera ditangkap dan dihukum. Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser, saat berkunjung ke lokasi penusukan, menyerukan agar negara tetap bersatu. Faeser juga sempat mengecam orang-orang yang ingin memicu kebencian.








Leave a Comment