Masa Depan IKN: Menjadi Kota Hijau Berkelas Dunia

Agus Wedi

23/08/2024

3
Min Read
Masa Depan IKN: Menjadi Kota Hijau Bekelas Dunia

On This Post

Harakatuna.com – Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara harus benar-benar direncanakan secara matang dari berbagai aspek. Salah satunya perhitungan berkelanjutannya. Pasalnya, dalam pembangunan IKN, hutan di Kalimantan dibabat karena memang membangun di dalam hutan.

“Ya yang jelas perhitungan sustainability-nya harus benar-benar kental ya dalam pembangunan IKN itu. Hutan sudah dibabat ya. Jadi ya itulah kenyataannya. Sekarang, mereka harus menetaskan visi bahwa IKN akan menjadi kota hijau, forest city kalau nggak salah ya. Dan terus memperhatikan aspek lingkungan hidup gitu,” kata Dino (Medcom.id Kamis, 22 Agustus 2024).

Menjadi Kota Hijau

Saya melihat, IKN memang benar-benar ingin mengusung kota hijau. Sebuah kota yang bebas polusi udara dan sampah. Dibangun di hutan hijau, memungkinkan kalau IKN sebagai kota hutan alias kota hijau yang nantinya berudara sejuk dan nyaman.

Karena itulah, IKN juga harus memastikan alat transporasi yang akan dijadikan kendaraan inti di sana. Sekarang, IKN masih menggunakan mobil listrik. Menurut banyak pihak, mobil listrik ini juga harus dilihat dari sisi dampak terhadap lingkungan.

Dari tata kelola area lapangan dan termasuk kendaraan harus dipastikan mendukung terciptanya kota hijau. Karena hutan yang dibangun, maka penghijauan di sekelilingnya harus lestari. Mengapa ini penting, karena jangan sampai kota yang dibangun di hutan tetapi malah menjadi area yang panas dan gersang dan tidak nyaman.

Andaikan IKN menjadi kota hijau, maka kota ini akan jadi percontohan yang baik bagi Indonesia dan dunia. Transisi dari Jakarta ke IKN ini harus berjalan dengan baik. Tidak boleh terburu-buru dan tetap mengedepankan keadilan.

Kota-kota lain di Indonesia tidak akan tenggelam, maka IKN tidak boleh dipaksakan cepat selesai. Perhitungan umur bangunan, kegunaan dan target adalah hal utama. Apalagi banyak agenda ekonomi yang masih perlu diurus di Jakarta dan Jawa. Artinya, transisi IKN menjadi Indonesia-sentris dan kota hijau adalah pekerjaan lama dan berkelanjutan. Semua harus disusun dengan matang.

Memperhatikan Ekosistem

Kota hijau IKN nanti diharapkan bisa menepis perubahan iklim, kalau pohon-pohon di sana masih rindang dan utuh. Maka mulai sekarang, seharusnya pemerintah dan masyarakat diajak untuk menanam benih pohon di sana. Ini dilakukan untuk memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya di wilayah IKN.

Kota hijau identik dengan pohon. Kita tahu pohon bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan memperkuat ekosistem hijau di Ibu Kota Nusantara. Oleh sebab itu, mempertahankan hutan di IKN adalah kewajiban pemerintah, agar kota hijau benar-benar terwujud.

Terlepas dari itu, IKN juga harus memperhatikan beberapa faktor seperti peningkatan jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi dan pengaruh sosial politik budaya juga harus mendukung yang kegiatannya mengarah pada pembangunan kota IKN.

Selain itu juga harus selalu ada perencanaan matang sebagai upaya pengembangan dan peremajaan kota. Sebab, kota tidak mungkin selalu utuh dan baik. Karena itulah, pembangunan dan pengembangan kota IKN tidak terlepas dari perubahan lingkungan yang secara fisik mengalami dampak kerusakan yang cukup dan secara tidak sadar dampak tersebut akan menimbulkan masalah-masalah baru seiring dengan proses pertumbuhan yang terjadi.

Dengan demikian, konsep kota hijau (Green City) di mana terdiri dari ruang hijau, penggunaan lahan, sirkulasi, infrastruktur, dan fasilitas umum, itu semua akan membawa IKN pada kota hijau berkelas dunia.

Jika IKN benar-benar menjadi kota hijau dan didukung oleh kegiatan ekonomi, lapangan kerja dan sosial politik yang kondusif, akan tercipta sebuah kota yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan ini IKN menjadi kota yang membanggakan Indonesia, berkelas dunia!

Leave a Comment

Related Post