Wakil PM Italia Beberkan Skenario Perang Dunia III

Harakatuna

22/08/2024

3
Min Read
Wakil PM Italia Beberkan Skenario Perang Dunia III

On This Post

Harakatuna.com. Roma – Negara-negara Barat yang mendukung Ukraina memicu Perang Dunia III karena menyediakan senjata bagi Kiev yang dapat digunakan untuk menyerang target di dalam wilayah Rusia. Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini menilai tindakan negara-negara Barat perlu diwaspadai, sebab jika tidak dikendalikan dapat memicu meletusnya Perang Dunia III.

Pejabat Rusia mengklaim bahwa militer Ukraina telah menggunakan senjata yang dipasok Barat dalam serangan mereka di Wilayah Kursk. Beberapa media Barat telah menerbitkan artikel dengan klaim serupa akhir-akhir ini bahwa pihaknya telah memasok sejumlah senjata untuk mendukung Ukraina.

Sementara itu, sejumlah pendukung Kiev juga secara terbuka memberikan lampu hijau untuk menggunakan senjata yang mereka sediakan di tanah Rusia.

Pada Rabu (21/8) Salvini yang juga menjabat sebagai Menteri Infrastruktur dan Transportasi serta memimpin Partai Lega Nord (Liga Utara) mengatakan bahwa tindakan negara-negara Barat akan menjadi bencana besar dunia. “Pengiriman senjata untuk menyerang dan membunuh juga di Wilayah Rusia akan menjadi bencana, ruang depan konflik dunia yang dramatis,” tuturnya.

Wakil Perdana Menteri menambahkan bahwa partai sayap kanannya tidak menentang pemberian bantuan dari para pihak simpatisan. “Bantuan kemanusiaan dan militer untuk memberi Ukraina kemungkinan untuk mempertahankan diri,” ungkapnya.

Menjelang pemilihan Parlemen Eropa pada bulan Juni, Salvini mendesak warga Italia untuk tidak membiarkan partai sayap kiri menang, karena mereka bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron akan membuat prospek Perang Dunia ke-III menjadi sangat nyata.

“Saya sangat meminta pemungutan suara menentang perang, untuk mengisolasi pembom berbahaya seperti Macron,” katanya saat itu.

Salvini juga memuji pemerintah Italia atas sikap tegasnya terhadap pihak-pihak di Eropa yang berbicara tentang kemungkinan pengerahan pasukan Barat ke Ukraina. Sebelumnya ia mengkritik Presiden Prancis karena menolak mengesampingkan hal ini.

Wakil Perdana Menteri juga menyatakan pada bulan Juni bahwa “kami tidak akan lagi menyetujui pengiriman senjata jenis apa pun kecuali kami memiliki kepastian bahwa senjata tersebut tidak akan digunakan untuk menyerang dan membunuh di dalam wilayah Rusia.”

“Insiden itu akan membawa kita langsung ke Perang Dunia Ketiga,” katanya saat itu.

Sementara itu, pada akhir bulan Mei kemarin, Menteri Pertahanan Guido Crosetto mengutip konstitusi Italia, menekankan bahwa senjata yang dipasok Italia ke Ukraina hanya dapat digunakan di dalam wilayah negara tersebut. Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menggemakan hal ini, dengan mengatakan kepada wartawan: “kami tidak berperang melawan Rusia. Kami membela Ukraina, [itu] tidak sama.”

Sekitar waktu yang sama, Salvini menggambarkan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg sebagai sebagai ‘pria yang berbahaya’. Hal ini Salvini utarakan berkaitan dengan pendapat Jens Stoltenberg yang mengusulkan agar Kiev dapat menyerang target jauh di dalam wilayah Rusia dengan senjata Barat.

Perdana Menteri Giorgia Meloni juga menyatakan ketidakpercayaannya terhadap ungkapan Sekretaris Jenderal NATO. Menurutnya Stoltenberg yang mengatakan hal seperti itu dapat bisa menjadi inspirasi dan legitimasi bagi Ukraina untuk melanjutkan perang melawan Rusia.

Leave a Comment

Related Post