Harakatuna.com – Sudah menjadi pengertian bersama bahwa bangsa Indonesia ini merdeka dari penjajahan berkat kerja sama antar umat beragama. Banyak pahlawan dari kalangan muslim maupun non muslim. Pahlawan ini berjuang dengan keringat dan darahnya untuk kemerdekaan Indonesia dari penjajahan. Jika pahlawan muslim baik yang hidup maupun yang sudah meninggal itu diperbolehkan, karena kebaikannya sungguh luar biasa. Namun yang menjadi pertanyaan bolehkan mendoakan pahlawan non muslim yang telah berjasa kepada negara.
Para ulama sendiri melarang umat Islam mendoakan non muslim yang telah meninggal baik itu pahlawan ataupun orang biasa dengan ampunan Allah. Adapun jika pahlawan tersebut masih hidup maka diperbolehkan mendoakan dengan tujuan agar diberi kebaikan dan hidayah. Namun tetap dilarang mendoakan agar pahlawan non muslim yang masih hidup ini mendapatkan ampunan Allah.
(ماكان للنّبيّ والذين امنوا ان يستغفروا للمشركين ولو كانوا اولى قربى) ذوى قرابة (من بعد ما تبين لهم انهم اصحاب الجحيم) النار بأن ماتوا على الكفر . (قوله ماكان للنّبيّ) اى لاينبغى ولا يصح (قوله بأن ماتوا على الكفر) اى فلا يجوز لهم الاستغفار حينئذ . واما الاستغفار للكافر الحيّ ففيه تفصيل ان كان قصده بذلك الاستغفار هدايته للاسلام جاز، وان كان قصده ان تغفر ذنوبه مع بقائه على الكفر فلا يجوز .
Artinya: “Nabi dan orang-orang yang beriman tidak boleh memintakan ampunan bagi orang-orang musyrik walaupun mereka masih kerabat, setelah nyata-nyata bahwa mereka adalah penghuni jahim (neraka), karena mereka mati dalam keadaan kafir. Maka tidak boleh memintakan ampunan bagi orang-orang kafir yang telah mati. Sedangkan memintakan ampunan bagi orang kafir yang masih hidup maka hukumnya diperinci. Jika tujuan memintakan ampunan agar orang kafir memperoleh hidayah dengan masuk Islam maka hukumnya boleh. Jika tujuannya agar orang kafir diampuni dosa-dosanya maka hukumnya tidak boleh”. (Hasyiyah As-Shawi, Juz 3, hal. 75)
Dari keterangan ini menjadi jelas bahwa umat Islam dilarang mendoakan pahlawan non muslim yang telah meninggal. Saat merayakan kemerdekaan, lebih baik umat Islam hanya mengambil pelajaran dan ibrah semangat juangnya saja dan tidak mendoakan. Wallahu A’lam Bishowab.








Leave a Comment