Harakatuna.com. Tanjung Selor – Perempuan memiliki peranan penting dalam upaya mencegah meluasnya paham radikalisme yang mengarah ke arah tindakan terorisme. Kalangan perempuan hendaknya secara aktif memberikan pencerahan dan pendidikan baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat secara luas.
Asisten Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Bulungan, Muhammad Zakaria mengatakan, peran perempuan dalam menangkal paham-paham radikal yang mengarah pada tindakan terorisme cukup berpengaruh. Sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga, perempuan memiliki kemampuan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan kedamaian kepada generasi muda.
“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pencegahan radikalisme dan terorisme,” katanya.
Tidak hanya itu, Zakaria menyebutkan jika perempuan memiliki kepekaan yang tinggi dalam mendeteksi tanda-tanda awal radikalisasi di lingkungan keluarga dan masyarakat, maka akan tercipta kerukunan, torelarasi tanpa kekerasan. Sehingga dari itu dapat dikatakan bahwa peran perempuan cukup vital dalam menangkal paham-paham radikalisme dan terorisme.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan terorisme tidak hanya pada level kebijakan pemerintah, tetapi sejatinya pada unit terkecil bernama keluarga. Dengan kata lain, benteng utama penangkalan paham radikal terorisme melalui peran perempuan dalam keluarga. “Kita harapkan, didikan mereka (kaum perempuan) dalam rumah tangga bisa menangkal paham-paham ini,” ungkapnya.
Dia mengatakan, radikalisme dan terorisme merupakan ancaman serius bagi keamanan dan keutuhan bangsa. Kedua isu ini tidak hanya berdampak pada stabilitas negara, tetapi juga merusak tatanan sosial dan mengancam keselamatan masyarakat.
“Makanya kita harapkan peran dari kaum perempuan untuk menangkal paham-paham (radikal) ini. Karena ibu secara emosional lebih memiliki kedekatan terhadap anaknya. Karena itu, kunci penanaman karakter dan jati diri anak banyak bertumpu pada peran perempuan,” pungkasnya.








Leave a Comment