Harakatuna.com – Hal yang paling utama untuk bisa selamat di dunia dan akhirat adalah datangnya syafaat atau pertolongan Rasulullah kepada umatnya. Orang yang mendapatkan syafaat Rasulullah sudah dipastikan ia akan selamat dan berhak mendapatkan surga dari Allah Swt. Semua orang yang hidup di dunia ini pasti membutuhkan pertolongan Rasulullah. Oleh karenanya banyak orang yang berlomba-lomba melakukan amal kebajikan agar kelak mendapatkan pertolongan Rasulullah. Dan perlu diketahui ini orang yang paling berhak mendapatkan syafaat Rasulullah di hari kiamat kelak.
Nabi Muhammad dalam sebuah hadisnya ketika ditanya oleh sahabatnya mengenai siapa orang yang paling bahagia dengan datangnya syafaatnya, maka Rasulullah menjawab orang yang paling berhak mendapatkan pertolonganku adalah orang yang mengucapkan kalimat tauhid ikhlas dalam hatinya.
قِيلَ يا رَسولَ اللَّهِ مَن أسْعَدُ النَّاسِ بشَفَاعَتِكَ يَومَ القِيَامَةِ؟ قالَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: لقَدْ ظَنَنْتُ يا أبَا هُرَيْرَةَ أنْ لا يَسْأَلُنِي عن هذا الحَديثِ أحَدٌ أوَّلُ مِنْكَ لِما رَأَيْتُ مِن حِرْصِكَ علَى الحَديثِ أسْعَدُ النَّاسِ بشَفَاعَتي يَومَ القِيَامَةِ، مَن قالَ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، خَالِصًا مِن قَلْبِهِ، أوْ نَفْسِهِ
Artinya: “Terdapat satu pertanyaan yang diajukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafaatmu pada hari kiamat?”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Aku telah menduga wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu dalam menanyakan masalah ini. Karena aku melihat engkau sangat tertarik terhadap hadis. Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan “laa ilaaha illallah” dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya.” (HR. Bukhari)
Kalimat tauhid “laa ilaaha illallah” adalah sebagai tanda orang itu beriman atau tidak. Orang yang beriman wajib percaya bahwa tiada Tuhan selain Allah. Oleh karenanya orang yang mengucapkan kalimat ini tulus dari dalam hatinya akan menjadi orang yang beriman secara baik. Tentu dengan ikrar kalimat tauhid ini, sudah menjadi konsekuensinya orang beriman harus melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.
Orang yang beriman yang telah berikrar kalimat tauhid secara tulus dalam hatinya serta mau melakukan amal saleh maka hidupnya akan dijamin oleh Allah senantiasa dalam kebaikan.
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةًۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Artinya: “Setiap orang yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)
Sebagai penutup, orang yang mengucapkan kalimat tauhid secara ikhlas dalam hatinya seperti hadis di atas adalah orang yang paling berhak mendapatkan syafaat Rasulullah. Rasulullah pun memberikan kabar gembira orang yang mengucapkan kalimat tauhid secara tulus akan dijanjikan surga.
مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَادِقًا مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya: “Setiap orang yang meninggal dan bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah dengan jujur dari hati, niscaya dia masuk surga.” (HR. Ahmad)
Semoga kita semua dijadikan umat yang diberikan hidayah untuk bisa mengucapkan kalimat tauhid tulus dari dalam hati. Sehingga kita semua berhak mendapatkan syafaat Rasulullah kelak di hari kiamat, Amin.








Leave a Comment