Harakatuna.com. Garut – Pemkab Garut bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror selenggarakan seminar kebangsaan bertajuk “Meningkatkan Kesadaran dan Kapasitas Guru dalam Mendeteksi Dini Radikalisme”. Kegiatan ini diharapkan mampu mendeteksi dini potensi radikalisme di kalangan siswa.
Pj. Bupati Garut, Barnas Adjidin menjelaskan bahwa Indonesia yang telah merdeka cukup lama ini ditopang dengan adanya keberagaman suku, ras, dan agama. Keragaman ini menjadi potensi kerawanan bagi tegaknya NKRI. Maka dari itu, Barnas memaparkan bahwa seminar kebangsaan ini sangatlah tepat dilakukan bagi para guru mengingat guru nantinya akan mengajar anak-anak generasi bangsa.
“Dengan adanya arahan ini sehingga bisa melihat secara dini terhadap gerakan-gerakan yang nanti membahayakan khususnya dari anak didik yang masih tidak paham apa-apa,” ucapnya, di Garut, Jumat (2/8/2024).
Barnas juga menyampaikan apresiasinya kepada Densus 88 Anti Terror dan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut atas penyelenggaraan seminar ini. Ia berharap informasi dari seminar dapat disebarkan kepada guru-guru lain yang tidak dapat hadir.
“Dan tentu ini apresiasi yang luar biasa bisa dilaksanakan di Kabupaten Garut. Dan tentu kami menitipkan juga kepada Pak Kadis Pendidikan hal ini bisa juga disampaikan kepada guru-guru yang lain, yang tidak ikut. Jadi nanti ada notulen kesimpulannya untuk dishare,” lanjutnya.
Ia berharap langkah-langkah yang diambil dapat membantu mendeteksi dan mengatasi masalah radikalisme di Kabupaten Garut secara dini.
“Mudah-mudahan dengan langkah-langkah yang kita lakukan, kita bisa mengatasi permasalahan radikalisme yang mengerikan ini,” kata Barnas.








Leave a Comment