Harakatuna.com. Bandar Lampung – Dalam lingkup sosial dan politik, radikalisme adalah paham yang menginginkan perubahan sistem hingga ke akarnya.radikalisme adalah gerakan yang berusaha merombak total tatanan sosial dengan kekerasan.secara umum radikalisme adalah pemahaman dan atau perilaku menggunakan kekerasan dalam menyikapi perbedaan, memecahkan masalah, atau mencapai tujuan.
“Saat ini penyebaran Intoleransi semakin massif bagi sekelompok paham radikalisme, mereka memanfaatkan teknologi Digital untuk merekrut anggota baru oleh kelompok Radikal untuk menyebarkan propaganda.” Kata Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Lampung, Hermansyah Saleh saat melakukan kunjungan ke kantor RRI Bandar Lampung, Selasa (30/ 07/ 2024).
Dalam keterangannya, berdasarkan bahan dari BNPT Republik Indonesia, tahun 2023 telah dilakukan penindakan terhadap 148 Orang yang terlibat terorisme, Provinsi Lampung masuk dalam tindakan 10 urutan tertinggi, dan menempati urutan ke-3 setelah Jawa Barat dan Jawa Tengah .dan tentunya kondisi Radikalisme ini adalah ancaman terhadap ideologi Pancasila.
Perlu pengkajian secara intensif dan komprehensif untuk membuat batasan yang jelas, sehingga dijadikan rujukan bersama dalam pembahasan radikalisme. Karena yang dihadapi bangsa ini adalah tantangan menghadapi tiga kelompok rentan yaitu anak, wanita dan remaja yang menjadi target besar paham radikalisme ini baik secara offline maupun online.
Saat ini BNPT memiliki Indeks Potensi Radikalisme yaitu merupakan alat ukur kondisi keterpaparan paham radikalisme di masyarakat. di tahun 2020, Indeks Potensi Radikalisme mencapai 10,5 , lalu di tahun 2021 turun menjadi 8,4. Dengan demikian, Upaya Kesbangpol provinsi Lampung terus mengevaluasi sebagai upaya pencegahan radikalisme ini di masyarakat.
Oleh karena itu dia mengimbau kepada masyarakat khususnya di Provinsi Lampung untuk peduli dan bersama-sama mencegah paham radikalisme dan mengingatkan mulai dari kalangan keluarga terdekat, kerabat hingga sanak saudara untuk menghindari kelompok yang dapat memecah belah agama dan ideologi Pancasila.








Leave a Comment