Mukhtar Khairi: Eks Napiter yang Pernah Dijanjikan Iming-iming Surga

Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.

26/07/2024

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com – Terorisme jelas termasuk paham yang sangat berbahaya. Banyak bangsa Indonesia yang terpapar paham ini. Di antaranya, Amrozi, Ali Imron, Umar Patek, dan masih banyak yang lainnya. Namun, di antara mereka juga ada yang sudah bertobat dan ada yang belum.

Pada tulisan ini, saya akan ceritakan seorang teroris yang hijrah dari terorisme. Hijrah yang dimaksud di sini adalah bentuk pertobatan dia di hadapan Tuhannya. Dialah Mukhtar Khairi (selanjutnya cukup disebut dengan “Khairi”).

Khairi terpapar terorisme berawal dari mengikuti pengajian yang eksklusif/tertutup. Salah satu materi pokok yang disampaikan adalah tentang jihad. Khairi sangat meyakini kebenaran pemahaman jihad versi ustaznya. Pada awal gabung memang tidak ada ajakan mengebom dan semacamnya.

Ketika bergabung di dalam kelompok teroris, Khairi mulai diajak untuk beraksi. Dia diiming-imingi dengan balasan surga kelak di akhirat. Bahwa pelaku teror akan masuk surga yang indah dan ditemani bidadari yang cantik jelita.

Mendengar iming-iming yang cukup menarik, Khairi mengikuti pelatihan militer di Aceh. Dia belajar merakit bom, serta menggunakan senjata laras pendek dan laras panjang. Akibat perbuatannya, Khairi harus berurusan dengan hukum dan menjalani hari-harinya di penjara selama beberapa tahun.

Selain itu, aksi-aksi terorisme disamakan oleh kelompok teroris dengan jihad fi sabilillah yang banyak dijumpai di dalam deretan ayat-ayat Al-Qur’an. Khairi tiba-tiba menyadari bahwa doktrin jihad dengan aksi terorisme berlawanan dengan nilai-nilai rahmat yang dibawa oleh Islam. Di situlah Khairi menegaskan bahwa doktrin tersebut keliru. Karena, jika doktrin itu dipraktikkan akan mengancam keamanan dan membuat masyarakat takut.

Ketika bertobat dan hijrah, Khairi menebus dosa sosialnya dengan melakukan deradikalisasi. Semisal, dia menyampaikan di forum diskusi bahwa perbuatan terorisme merupakan perbuatan seseorang yang bermaksud membajak agama melalui jalan pintas. Padahal, tegasnya, Islam mengajarkan perdamaian. Haram hukumnya melakukan kekerasan, apalagi sampai menumpahkan darah manusia tak bersalah.

Sebagai penutup, cerita pertobatan Khairi dari terorisme hendaknya dijadikan pelajaran bagi siapa pun, termasuk pelaku teror. Pelaku teror sebaiknya meninggalkan terorisme dan kembali ke jalan yang benar. Dan, yang belum terpapar hendaknya lebih berhati-hati agar selamat.[] Shallallahu ala Muhammad.

*Tulisan ini disadur dari cerita eks napiter Mukhtar Khairi yang dimuat di media online aida.or.id

Leave a Comment

Related Post