Ingatlah Allah Saat Lapang, Jangan Hanya Dalam Keadaan Sempit Saja

Ahmad Khalwani, M.Hum

19/07/2024

2
Min Read
Allah

On This Post

Harakatuna.com – Bagi orang yang alim, tentu waktu seluruhnya digunakan untuk mengingat Allah. Namun demikian, yang terjadi pada orang awam, biasanya mengingat Allah saat keadaan sempit saja, seperti ketika sakit, terhimpit hutang dan lain sebagainya. Apalagi ketika manusia ini dalam keadaan nyaman atau senang, tidak sedikit manusia yang melupakan Allah. Manusia-manusia pada umumnya dalam keadaan senang seolah-olah tidak membutuhkan Allah. Padahal ingat Allah adalah kewajiban setiap umat Islam setiap waktunya baik keadaan sempit maupun lapang.

Nabi Muhammad sendiri dalam hadisnya menjelaskan bahwa orang yang senantiasa mengingat Allah dalam keadaan lapangnya maka Allah pasti akan mengingatnya dalam keadaan sempitnya. Oleh karenanya, orang yang senantiasa mengingat Allah, akan mudah menemukan jalan keluar dalam keadaan sempitnya.

تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ

Artinya: “Kenalilah Allah di saat senang (lapang), niscaya Allah akan mengenalmu di saat susah.” (HR. Tirmidzi)

Meskipun sekarang ini, kita hanya ingat Allah dalam keadaan sempit, tidaklah mengapa daripada tidak mau mengingat Allah sama sekali. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus berusaha dan belajar mengingat Allah dalam keadaan lapang dan dalam keadaan apa pun.

Dalam Al-Quran, Allah telah mengingatkan bahwa orang yang hanya mengingat Allah ketika sempit dan ketika lapang ia akan lupa termasuk bagian ciri-ciri orang yang ingkar kepada Allah.

وَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُونَ إِلَّا إِيَّاهُ فَلَمَّا نَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ وَكَانَ الْإِنْسَانُ كَفُورًا

Artinya: “Dan apabila kamu (orang-orang musyrik) ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia (Allah). Maka ketika dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu selalu tidak berterima kasih.” (QS. Al-Isra’: 67)

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ

Artinya: “Dan apabila manusia itu ditimpa kemudaratan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya. Kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya, lupalah dia akan kemudaratan yang dia pernah berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu.” (QS. Az-Zumar: 8)

Oleh karena yang demikian, marilah kita senantiasa belajar mengingat Allah dalam keadaan lapang. Ketika itu sudah menjadi kebiasaan maka ketika kita dalam keadaan sempit pasti Allah akan mengingat dan menolong kita. Wallahu A’lam Bishowab.

Leave a Comment

Related Post