Harakatuna.com – Jutaan manusia yang hidup di dunia ini tentu memiliki karakter yang berbeda-beda, ada yang baik dan ada pula yang tidak baik. Perlu diketahui bahwa dalam Islam yang tidak disukai adalah karakternya bukan pelakunya. Oleh karenanya jika ada orang yang memiliki karakter tidak baik tidak boleh dibenci, namun yang dibenci adalah karakternya. Boleh jadi orang yang memiliki karakter tidak baik ini apabila terus dinasehati, suatu saat hatinya terketuk dan merubah dirinya menjadi lebih baik. Dan berikut ini 3 karakter yang dibenci Rasulullah.
Rasulullah dalam sebuah hadisnya menjelaskan 3 karakter yang tidak disukainya. Selain itu Rasulullah juga menjelaskan satu karakter yang ia sukai yaitu segala karakter yang baik atau akhlak yang baik.
إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلاَقًا. وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقُونَ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ: قَالَ: الْمُتَكَبِّرُونَ
Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat kelak, yaitu orang yang terbaik akhlaknya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh kedudukannya dariku pada hari kiamat kelak, yaitu tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun”. Sahabat bertanya: “ya, Rasulullah kami sudah mengetahui arti tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiqun?” Beliau menjawab ”orang yang sombong.” [HR at Tirmidzi]
Dari hadis ini, kita bisa menjumpai 3 karakter yang tidak disukai oleh Rasulullah:
Pertama, tsartsarun (الثَّرْثَارُونَ) yaitu karakter orang yang banyak bicara, suka mendominasi pembicaraan dan menyerobot pembicaraan orang lain, seolah-olah tidak boleh ada yang berbicara selain dirinya. Ini merupakan bentuk kesombongan, meskipun orang tersebut mungkin tidak menganggapnya sebagai kesombongan.
Kedua, mutasyaddiqun (الْمُتَشَدِّقُونَ). yaitu karakter orang yang suka memfasih-fasihkan diri, meremehkan orang lain dengan bertutur kata menggunakan ungkapan yang mengesankan tingginya ilmu dan rumitnya pembicaraan. Padahal ia mampu menyederhanakannya. Mengajak orang awam berbicara menggunakan bahasa asing, padahal kita tahu mereka tidak memahami, termasuk dari akhlak buruk mutasyaddiqun. Begitu pula berbicara dengan istilah teknis ilmiah, bukan untuk memudahkannya menjelaskan secara sederhana, bukan pula karena kesulitan menjelaskan dengan cara yang lebih mudah, melainkan untuk meninggikan diri serta meremehkan orang.
Ketiga, mutafaihiqun (الْمُتَفَيْهِقُونَ) adalah karakter orang yang angkuh sikapnya, jalannya dibuat-buat untuk bersombong meninggikan diri di antara orang-orang lain dan bukan caranya berjalan saat ia sedang sendiri. Mutafaihiqun ini juga merupakan karakter orang yang suka bicara dengan nyaring dan panjang lebar yang disertai dengan perasaan sombong dan pongah.
Dari 3 karakter yang dibenci Rasulullah ini semuanya berasal dari lisan. Oleh karenanya Rasulullah pernah bersabda, “berkatalah yang baik jika tidak bisa lebih baik diam”. Hal ini untuk mengajarkan tentang bahaya lisan apabila tidak dijaga dengan baik. Wallahu A’lam Bishowab.








Leave a Comment