Netanyahu Kembali Dituding Pengecut oleh Yair Lapid

Harakatuna

16/07/2024

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Tel Aviv – Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, pada Senin (15/7) menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai pengecut. Pihaknya mengatakan bahwa setiap tentara yang berperang di Gaza kondisinya lebih terancam daripada Netanyahu.

Anadolu Agency melaporkan bahwa pemimpin oposisi tersebut menuduh Netanyahu memasang mesin racun dan mesin penghasutan yang perlahan-lahan mengambil alih seluruh media di Israel untuk memberitakan bahwa dirinya mengeluh dan mengalami hasutan.

Lapid mengungkapkan pandangannya tersebut dalam sebuah postingan di platform media sosial X. Pernyataan Lapid tersebut merujuk pada pertemuan pemerintah yang diadakan pada hari Ahad.

“Diskusi dua jam di pemerintahan tentang penghasutan terhadap dia. Tidak ada diskusi dua jam tentang 101 korban Kibbutz Bari. Tidak ada diskusi dua jam tentang pembukaan tahun ajaran di utara pada 1 September,” kata Lapid.

Ia juga mempersoalkan liputan tentang hasutan terhadap Netanyahu yang menyita banyak waktu. “Hanya hasutan terhadapnya saja yang layak untuk didiskusikan selama dua jam? Apakah hanya itu yang penting?,” tanya Lapid.

Netanyahu mendapat kecaman atas serangan mematikannya di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu. Menurut Lapid serangan itu bertentangan dengan seruan gencatan senjata di wilayah kantong Palestina.

Otoritas kesehatan setempat melaporkan bahwa akibat serangan Netanyahu, telah hampir 38.700 warga Palestina terbunuh, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Selain itu, bombardir pasukan Israel sejak Oktober tahun lalu telah melukai lebih dari 89.000.

Lebih dari sembilan bulan setelah serangan Israel, sebagian besar wilayah Gaza menjadi reruntuhan di tengah blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan.

Leave a Comment

Related Post