Serial Pengakuan Eks Returnis ISIS (C-LI-XLIX): Kehidupan Eks ISIS Fajar yang Ngejomblo Sampai Sekarang

Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag.

21/06/2024

3
Min Read

On This Post

Harakatuna.com – Pada tulisan sebelumnya sudah diceritakan tentang Fajar, mulai awal keberangkatannya ke Suriah hingga kembalinya ke Indonesia. Pada tulisan kali ini saya ingin melanjutkan cerita Fajar tentang perjalanan hidupnya di Indonesia setelah keterlibatannya dengan ISIS.

Fajar sekarang tetap hidup sebagaimana layaknya orang pada umumnya. Dia mencoba berbaur dengan aktivis di suatu media dan dia mendapatkan tawaran di media tersebut sebagai editor konten. Kreativitas Fajar semakin terlihat justru ketika dia fokus kerja di media tersebut. Banyak karya hasil editannya yang membuat atasan dan penikmat konten terkesan.

Menjadi editor konten memang cukup menjanjikan secara finansial di zaman sekarang. Karena, sekarang zaman teknologi dan media sosial yang butuh kreativitas konten kreator dan tentunya dibantu oleh editor konten yang handal. Ini menjadi kesempatan yang menarik bagi Fajar sehingga dia menekuni bakatnya sebagai editor konten.

Melalui kerja di media, Fajar mendapatkan gaji dari atasannya. Gaji ini sedikit demi sedikit membantu kehidupan Fajar bersama ibunya selain usaha jualan yang sedang dirintisnya. Fajar dapat membeli ponsel tanpa minta uang orang tua. Bahkan, dia dapat hadiah laptop berkapasitas tinggi dari atasannya di tempat kerjanya. Lumayan buat mengasah kreativitas Fajar, karena bagaimana pun laptop kebutuhan yang urgen bagi editor konten.

Sejak Fajar kerja dan mendapat gaji dari hasil kerjanya, ibunya melihat anaknya jauh lebih mandiri daripada semenjak terlibat dengan ISIS. Mungkin Fajar ingin menebus dosa sosialnya dengan membahagiakan ibunya. Fajar menyesal telah membawa ibunya yang tidak tahu tentang ISIS dan terpaksa terlibat di dalamnya karena rayuan Fajar.

Fajar sering minta maaf sebab perbuatannya yang membuat hidup ibunya berantakan, bahkan ayahnya sendiri mengakhiri hidupnya di Suriah sebab terkena bom ISIS. Ibunya melihat perjuangan Fajar untuk menebus dosa sosialnya sudah lebih dari cukup. Ibunya sudah memaafkan perbuatan Fajar sebelum dia minta maaf. Apalagi sekarang, Fajar benar-benar memperlihatkan tobat nasuha di hadapan ibunya. Jelas ibunya jauh lebih memaafkan perbuatan anaknya.

Fajar sekarang masih ngejomblo. Ini adalah pilihan Fajar bahwa dia akan menikah jika dia sudah mampu membuatkan rumah buat ibunya. Fajar tidak tega melihat ibunya bersedih sedang Fajar berbahagia dengan pasangannya. Kebahagiaan yang sempurna jika ibunya bahagia.

Fajar sering menceritakan bahwa dia punya pasangan hidup yang sedang dia jaga hatinya sekarang. Tapi, dia tidak cerita pasangannya orang mana. Yang jelas perempuan itu menerima Fajar apa adanya. Dia tidak melihat masa lalu Fajar yang pernah terlibat dengan ISIS. Bahkan, perempuan ini mendukung Fajar untuk terus bangkit dari keterpurukannya. Karena, tidak penting masalahnya apa, yang penting sejauh mana seseorang bangkit dari masa tersebut.

Sebagai penutup, hidup Fajar dapat dikatakan lebih baik daripada sebelumnya. Dia mampu bangkit dari masalah yang dihadapi. Ini membuktikan bahwa Fajar adalah sosok yang tangguh.[] Shallallahu ala Muhammad.

Leave a Comment

Related Post