Harakatuna.com. – Wahabi adalah lumbung puritanisme dan takfirisme, dakwah Wahabi merusak sistem nilai dan kerukunan di Indonesia. Wahabisme sangat puritan dan tekstual terhadap Islam. Mereka selalu mengkritik dan mengkafirkan praktik-praktik yang dianggap bid’ah atau syirik.
Pengaruh Wahabi
- Ideologi Wahabi adalah dalang di balik radikalisme-ekstremisme, yang dalam beberapa kasus juga terkait dengan aktivitas teror.
- Ajaran Wahabi telah berkontribusi meningkatkan ekstremisme Islam di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Pengaruh kelompok seperti ISIS.
- Wahabisme berkaitan erat dengan puritanisme dan takfirisme yang kerap kali memicu intoleransi radikalisme hingga terorisme.
Upaya Moderasi
- Perlu dilakukan moderasi untuk mengimbangi pengaruh wahabisme dengan beberapa alasan:
- Moderasi beragama dapat meminimalisir radikalisasi. Moderasi mampu bentengi masyarakat dari dampak negatif puritanisme dan takfirisme.
- Moderasi beragama akan memperkuat identitas nasional.
- Moderasi beragama sejalan dengan spirit kebangsaan masyarakat Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika.
Melarang Wahabisme
Mengapa perlu melarang wahabisme?
- Mengancam pluralitas dan toleransi. Dakwah Wahabi suka bikin gaduh dan memecah-belah sesama.
- Dapat memantik radikalisasi hingga aksi teror. Ini sudah rahasia umum, Wahabi adalah sarang teroris.
- Wahabisme yang berakar dari Arab Saudi dianggap sebagai bentuk penetrasi budaya dan religius asing yang dapat menggerus identitas keagamaan lokal Indonesia.








Leave a Comment